Parpol Koalisi Jokowi Rapatkan Barisan Hadapi Oposisi
Sekjen Partai Persatuan Pembangunan Arsul Sani. Foto: MI/Mohammad Irfan
Jakarta: Pertemuan sekjen partai politik pendukung Joko Widodo dengan Sekretaris Kabinet Pramono Anung disebut membahas kinerja yang telah dicapai pemerintah. Pembahasan itu dilakukan guna merapatkan barisan dari serangan isu yang digulirkan oposisi. 

Sekjen PPP Arsul Sani tak menampiknya. Arsul mengatakan, partai politik juga harus bisa menjawab isu-isu yang dimainkan oposisi. 

"Partai koalisi ini juga sudah seharusnya berperan lebih aktif untuk menjawab. Jadi kami juga tidak ingin membiarkan pemerintah kemudian menjawab sendirian," kata Arsul di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 7 Mei 2018. 


Agar bisa ikut menjawab beragam isu yang menerpa pemerintah, kata Arsul, parpol koalisi harus mendapat penjelasan yang rinci tentang duduk permasalahannya. Pertemuan dengan pemerintah diharapkan mampu memberi bekal data yang valid bagi parpol. 

Baca: PAN Ditinggal Koalisi Pemerintah

"Untuk bisa membantu kami juga harus punya pemahaman, penguasaan, narasi kualitatif ya soal isu-isu yang dipersoalkan, maupun data kuantitatifnya," ujarnya. 

Menurut Arsul, parpol koalisi Jokowi belum maksimal dalam meredam isu yang dimainkan oposan. Parpol koalisi Jokowi juga dinilai belum bisa menjelaskan duduk persoalan terkait isu-isu yang berkembang.
 
"Kami lama-lama gerah juga kan, sudah saatnya partai koalisi untuk ikut menjelaskan posisi-posisi objektifnya, sehingga serangan yang membabi buta dan tidak sesuai dengan fakta sebenarnya itu bisa kemudian diatasi dan dikelola dengan baik," kata Arsul.

Baca: PAN Merdeka tak Diundang Pertemuan Sekjen Parpol Pemerintah

Para sekjen parpol koalisi pendukung Joko Widodo merapat di kantor Setkab, Senin 7 Mei. Pertemuan dihadiri sekjen PDI Perjuangan, Golkar, PKB, NasDem, PPP, Hanura, PKPI, Perindo, dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).



(DMR)