Presiden RI, Joko Widodo memberikan kuliah umum dalam acara puncak Dies Natalis ke-68 Universitas Gadjah Mada (UGM). Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko
Presiden RI, Joko Widodo memberikan kuliah umum dalam acara puncak Dies Natalis ke-68 Universitas Gadjah Mada (UGM). Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko

Jokowi Pernah Ditolak Jadi Pegawai Perhutani

19 Desember 2017 14:32
Yogyakarta: Presiden Joko Widodo pernah bercita-cita menjadi pegawai Perum Perhutani. Namun, cita-citanya kandas setelah lamarannya ditolak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu.
 
Hal itu diceritakan Presiden saat menghadiri Rapat Terbuka Dies Natalis Universitas Gadjah Mada (UGAM) Yogyakarta. Sebagai mahasiswa UGM Jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Jokowi mengaku berambisi jadi pegawai Perhutani usai lulus kuliah.
 
"Dulu, cita-cita saya dan kawan-kawan ingin jadi pegawai Perhutani. Saya mendaftar tidak diterima, diterimanya jadi Presiden," kata Presiden di UGM, Yogyakarta, Selasa, 19 Desember 2017
 
Menurut Presiden, kegagalannya tersebut merupakan garis dan kehendak Tuhan Yang Maha Esa yang harus dijalani. " Saya mikir apa saya yang enggak benar, atau jangan-jangan banyak titipan di situ. Tapi ini adalah garis Tuhan," kata Jokowi dikutip dari Antara.
 
Presiden mengatakan Indonesia harus memperbaiki pengelolaan hutan. "Kita memiliki lahan yang sangat subur sekali. Saya lihat, saya sudah terbang dari Sabang-Merauke, dari Miangas-Rote, terlalu banyak lahan yang kita terlantarkan. Padahal jika diurus benar, bisa seperti Wana Gama," katanya.
 
Baca: Presiden Bertolak ke Yogyakarta Awali Kunjungan Kerja Selama 5 Hari 
 
Presiden berharap Indonesia bisa meniru negara-negara lain yang sukses mengelola hutannya untuk bisa meningkatkan pendapatan nasional.
 
"Saya setahun lalu, bertemu dengan Raja Norwegia. Beliau cerita ke saya, bahwa di Norwegia kandungan tambang banyak sekali, tetapi justru yang dikembangkan sektor kehutanan," kata Presiden.
 
Jokowi mengungkapkan Norwegia bisa hidup menjadi negara dengan pendapatan yang sangat tinggi seperti negara-negara di Skandinavia.
 
"Mengapa mereka bisa jadikan negara kaya dari hutan saja. Saya melihat dari hulu hingga hilir dikerjakan secara detail, yang kita tidak melalukannya," kata Jokowi.


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>