medcom.id, Jakarta: Partai Demokrat ngotot bertahan dengan opsi yang diajukan: pilkada langsung dengan 10 syarat. Padahal, dalam rapat paripurna hanya tersedia dua opsi: pilkada langsung dan pilkada lewat DPRD.
"Itu hak kami. Kami harus bisa mengajukan yang menjadi hak kami. Kami akan tetap bertahan dengan opsi ketiga ini," kata Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (25/9/2014).
Menurut Max, sikap ini merupakan keinginan Partai Demokrat, partai terbesar di parlemen. Dari 560 kursi 148 di antaranya milik Demokrat. Menurut Max, jika opsi yang diajukan tidak disetujui Partai Demokrat belum dapat memastikan apa yang akan menjadi pilihannya dalam RUU Pilkada kali ini.
"Demokrat penentu untuk diri kami sendiri. Kita belum tahu kalau tidak disetujui," ujar dia.
Sebenarnya, masih ada banyak variasi pandangan dalam RUU Pilkada. Sepintas hanya ada dua varian: pilkada langsung dan lewat DPRD. Namun, di antara varian itu pun masih banyak perbedaan pandangan. Belum diketahui pasti bandul keputusan akan mengarah ke mana: pilkada langsung atau pilkada lewat DPRD.
medcom.id, Jakarta: Partai Demokrat ngotot bertahan dengan opsi yang diajukan: pilkada langsung dengan 10 syarat. Padahal, dalam rapat paripurna hanya tersedia dua opsi: pilkada langsung dan pilkada lewat DPRD.
"Itu hak kami. Kami harus bisa mengajukan yang menjadi hak kami. Kami akan tetap bertahan dengan opsi ketiga ini," kata Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (25/9/2014).
Menurut Max, sikap ini merupakan keinginan Partai Demokrat, partai terbesar di parlemen. Dari 560 kursi 148 di antaranya milik Demokrat. Menurut Max, jika opsi yang diajukan tidak disetujui Partai Demokrat belum dapat memastikan apa yang akan menjadi pilihannya dalam RUU Pilkada kali ini.
"Demokrat penentu untuk diri kami sendiri. Kita belum tahu kalau tidak disetujui," ujar dia.
Sebenarnya, masih ada banyak variasi pandangan dalam RUU Pilkada. Sepintas hanya ada dua varian: pilkada langsung dan lewat DPRD. Namun, di antara varian itu pun masih banyak perbedaan pandangan. Belum diketahui pasti bandul keputusan akan mengarah ke mana: pilkada langsung atau pilkada lewat DPRD.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DOR)