medcom.id, Jakarta: Anggota Panja RUU Pilkada dari PDI Perjuangan Yasonna H. Laoly menyayangkan sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ketua Umum Partai Demokrat itu dinilai tak memanfaatkan sisa jabatan sebagai kepala negara dengan elok.
"Saya kira SBY harusnya tinggalkan sweet memory, bukan bom waktu," kata Yasonna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (26/9/2014) sore.
Menurut Yasonna, sebagai negarawan seharusnya SBY meninggalkan sesuatu yang baik. Apalagi SBY sudah dua periode memimpin, 2004 hingga 2014.
"Bukannya meninggalkan hal baik. Sekarang hak masyarakat tercabut. Nelayan dan buruh kan pilih bupati 5 tahun," ujar dia.
Demokrat sebelumnya telah menyatakan mendukung pemilihan kepala daerah secara langsung. Tapi, tadi malam, saat pengesahan peraturan itu di DPR, mereka justru memilih walk out.
medcom.id, Jakarta: Anggota Panja RUU Pilkada dari PDI Perjuangan Yasonna H. Laoly menyayangkan sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ketua Umum Partai Demokrat itu dinilai tak memanfaatkan sisa jabatan sebagai kepala negara dengan elok.
"Saya kira SBY harusnya tinggalkan sweet memory, bukan bom waktu," kata Yasonna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (26/9/2014) sore.
Menurut Yasonna, sebagai negarawan seharusnya SBY meninggalkan sesuatu yang baik. Apalagi SBY sudah dua periode memimpin, 2004 hingga 2014.
"Bukannya meninggalkan hal baik. Sekarang hak masyarakat tercabut. Nelayan dan buruh kan pilih bupati 5 tahun," ujar dia.
Demokrat sebelumnya telah menyatakan mendukung pemilihan kepala daerah secara langsung. Tapi, tadi malam, saat pengesahan peraturan itu di DPR, mereka justru memilih walk out.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ICH)