Jakarta: Gus Muwafiq menginisiasi wadah aspirasi Kiai-Santri terkait isu kebangsaan. Aspirasi tersebut ditampung dalam acara silaturahmi aspirasi lora dan gus (Asparagus) Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Jadi ini situasi bangsa dan negara, situasi yang memang harus dibicarakan terkait problem-problem kekinian. Nah yang lebih mendesak dan lebih krusial adalah situasi dimana santri, kyai dan para gus sudah mempersiapkan perhelatan besar namanya Muktamar Nahdlatul Ulama (NU),” kata Gus Muwafiq seperti dikutip dari Media Indonesia, Rabu, 10 November 2021.
Menurut dia, aspirasi kiai dan santri, gus, dan kiai dibutuhkan, terutama menjelang Muktamar ke-34 NU pada 23-25 Desember 2021. Selain itu, wadah tersebut bermanfaat untuk rembug menghadapi permasalahan bansga.
"Insya Allah nantinya akan menghasilkan keputusan-keputusan, doakan semoga keputusan ini akan menjadi yang terbaik untuk agama bangsa dan negara,” harap Gus Muwafiq.
Ketua Umum DPP Sahabat Ganjar, Jaka Saptana, diundang dalam acara tersebut. Dia berterima kasih karena diberi kesempatan untuk silaturahmi dengan kiai, santri, dan gus di acara tersebut.
Baca: Memuji Jokowi
"Harapan kami dengan komunikasi yang baik antara Sahabat Ganjar dengan para gus yang tergabung dengan Asparagus di seluruh Indonesia, ke depannya akan mendapat support yang maksimal dalam setiap kegiatan kami," kata dia.
Dia juga berharap keputusan yang dihasilkan pertemuan ini memberi dampak positif untuk Indonesia. Terutama, bagi umat beragama dan kehidupan berbangsa di Indonesia.
Pengasuh Ponpes Tanbihul Ghofilin-Alif Baa, Gus Khayat, mengutarakan harapan serupa. Dia ingin silaturahmi ini berpengaruh besar terhadap penyelesaian masalah kebangsaan. Sehingga, memberikan dampak positif bagi kalangan pesantren.
Silaturahmi digelar di Joglo Gus Muwafiq, Sleman, Yogyakarta. Hadir dalam acara tersebut Gus Wahab selaku cucu pendiri NU, Wakil Gubernur Jawa Tengah Gus Yasin, KH Mas Ruri, dan gus lainnya.
Jakarta: Gus Muwafiq menginisiasi wadah aspirasi Kiai-Santri terkait isu kebangsaan. Aspirasi tersebut ditampung dalam acara silaturahmi
aspirasi lora dan gus (Asparagus) Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Jadi ini situasi bangsa dan negara, situasi yang memang harus dibicarakan terkait problem-problem kekinian. Nah yang lebih mendesak dan lebih krusial adalah situasi dimana santri, kyai dan para gus sudah mempersiapkan perhelatan besar namanya Muktamar
Nahdlatul Ulama (NU),” kata Gus Muwafiq seperti dikutip dari
Media Indonesia, Rabu, 10 November 2021.
Menurut dia, aspirasi kiai dan santri, gus, dan kiai dibutuhkan, terutama menjelang
Muktamar ke-34 NU pada 23-25 Desember 2021. Selain itu, wadah tersebut bermanfaat untuk rembug menghadapi permasalahan bansga.
"Insya Allah nantinya akan menghasilkan keputusan-keputusan, doakan semoga keputusan ini akan menjadi yang terbaik untuk agama bangsa dan negara,” harap Gus Muwafiq.
Ketua Umum DPP Sahabat Ganjar, Jaka Saptana, diundang dalam acara tersebut. Dia berterima kasih karena diberi kesempatan untuk silaturahmi dengan kiai, santri, dan gus di acara tersebut.
Baca:
Memuji Jokowi
"Harapan kami dengan komunikasi yang baik antara Sahabat Ganjar dengan para gus yang tergabung dengan Asparagus di seluruh Indonesia, ke depannya akan mendapat
support yang maksimal dalam setiap kegiatan kami," kata dia.
Dia juga berharap keputusan yang dihasilkan pertemuan ini memberi dampak positif untuk Indonesia. Terutama, bagi umat beragama dan kehidupan berbangsa di Indonesia.
Pengasuh Ponpes Tanbihul Ghofilin-Alif Baa, Gus Khayat, mengutarakan harapan serupa. Dia ingin silaturahmi ini berpengaruh besar terhadap penyelesaian masalah kebangsaan. Sehingga, memberikan dampak positif bagi kalangan pesantren.
Silaturahmi digelar di Joglo Gus Muwafiq, Sleman, Yogyakarta. Hadir dalam acara tersebut Gus Wahab selaku cucu pendiri NU, Wakil Gubernur Jawa Tengah Gus Yasin, KH Mas Ruri, dan gus lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ADN)