medcom.id, Jakarta: Yahya Zaini sempat tersandung kasus skandal seks. Partai Golkar tidak mengkhawatirkan kasus tersebut dan memasukkan nama Yahya dalam struktur pengurus DPP.
Nama-nama pengurus Golkar periode 2016-2019 beredar sejak kemarin. Dari puluhan nama, terselip nama Yahya Zaini sebagai Ketua DPP Bidang Hubungan Legislatif dan Lembaga Politik.
Anggota Tim Formatur Roem Kono mengakui, Yahya masuk daftar pengurus Golkar. Ketua Umum Golkar Setya Novanto dan tim formatur menilai sosok Yahya punya kemampuan.
"Dia (Yahya) konseptor yang baik. Kinerjanya baik. Dia punya waktu mengurus internal partai kami," kata Roem Kono di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (26/5/2016).
Yahya Zaini. Foto: MI/Sayuti
Roem mengatakan, tidak ada kekhawatiran pada diri Novanto dan tim formatur menempatkan Yahya di kepengurusan. "Saya tidak khawatir. Insya Allah," kata dia.
Yahya sempat duduk sebagai anggota Dewan pada periode 2004-2009. Kasus diduga skandal seks dengan penyanyi dangdut memaksa Yahya angkat kaki dari Parlemen pada 7 Desember 2006.
Kasus ini terungkap setelah video adegan ranjang berdurasi 46 detik beredar di publik. Maria Eva mengakui adegan ranjang yang berujung pada aborsi itu.
Roem melanjutkan, masa lalu Yahya tetap jadi pertimbangan Novanto dan tim formatur. Tapi, sekali lagi, Novanto dan tim formatur menilai Yahya kini lebih baik.
"Dia telah bekerja baik. Selama ini, dia cukup tekun menjalankan kehidupan dia. Semua manusia punya kesalahan, ada yang baik dan buruk, tetapi kami harus menimbang," ujar Roem.
medcom.id, Jakarta: Yahya Zaini sempat tersandung kasus skandal seks. Partai Golkar tidak mengkhawatirkan kasus tersebut dan memasukkan nama Yahya dalam struktur pengurus DPP.
Nama-nama pengurus Golkar periode 2016-2019 beredar sejak kemarin. Dari puluhan nama, terselip nama Yahya Zaini sebagai Ketua DPP Bidang Hubungan Legislatif dan Lembaga Politik.
Anggota Tim Formatur Roem Kono mengakui, Yahya masuk daftar pengurus Golkar. Ketua Umum Golkar Setya Novanto dan tim formatur menilai sosok Yahya punya kemampuan.
"Dia (Yahya) konseptor yang baik. Kinerjanya baik. Dia punya waktu mengurus internal partai kami," kata Roem Kono di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (26/5/2016).
Yahya Zaini. Foto: MI/Sayuti
Roem mengatakan, tidak ada kekhawatiran pada diri Novanto dan tim formatur menempatkan Yahya di kepengurusan. "Saya tidak khawatir. Insya Allah," kata dia.
Yahya sempat duduk sebagai anggota Dewan pada periode 2004-2009. Kasus diduga skandal seks dengan penyanyi dangdut memaksa Yahya angkat kaki dari Parlemen pada 7 Desember 2006.
Kasus ini terungkap setelah video adegan ranjang berdurasi 46 detik beredar di publik. Maria Eva mengakui adegan ranjang yang berujung pada aborsi itu.
Roem melanjutkan, masa lalu Yahya tetap jadi pertimbangan Novanto dan tim formatur. Tapi, sekali lagi, Novanto dan tim formatur menilai Yahya kini lebih baik.
"Dia telah bekerja baik. Selama ini, dia cukup tekun menjalankan kehidupan dia. Semua manusia punya kesalahan, ada yang baik dan buruk, tetapi kami harus menimbang," ujar Roem.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TRK)