Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yambise. Foto: MI/Atet Dwi Pramadia.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yambise. Foto: MI/Atet Dwi Pramadia.

Partisipasi Perempuan di Jabatan Strategis Perlu Capai 50 Persen

Nasional hari perempuan internasional hak perempuan
Faisal Abdalla • 28 Agustus 2019 03:00
Kepulauan Tanimbar: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Yohana Yembise terus mendorong partisipasi perempuan dalam jabatan publik dan strategis. Yohana ingin pada 2030, partisipasi perempuan dalam jabatan publik mencapai 50 persen.
 
"Tantangan kami, kami ingin Indonesia terpilih menjadi satu dari 10 negara besar yang berhasil membawa perempuan (dalam jabatan strategis) 50:50 di 2030. Bukan 30:70 tapi harus berjalan setara dengan laki-laki," kata Yohana di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Selasa, 27 Agustus 2019.
 
Yohana menyebut Indonesia harus berhasil mencapai target itu. Sebab, Indonesia sudah dianggap sebagai role model pemberdayaan perempuan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski mayoritas penduduknya muslim, Yohana mengatakan Indonesia mampu membuktikan diri sebagai negara dengan toleransi yang tinggi. Oleh karena itu dia menilai target partisipasi perempuan dalam jabatan publik mencapai 50 persen bukan suatu hal yang mustahil.
 
Yohana juga gembira mendengar pernyataan Bupati Kabupaten Kepualauan Tanimbar, Petrus Fatlolon yang menyebut partisipasi perempuan dalam jabatan publik di wilayah pemerintah kabupaten cukup tinggi. Menurut Petrus, dari 4.000 ASN di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, 2.004 atau 56 persenya diisi oleh perempuan.
 
Namun demikian, Yohana meminta pemerintah daerah menaruh perhatian lebih terhadap isu kekerasan perempuan. Terutama di wilayah Indonesia Timur di mana angka kekerasan terhadap perempuan relatif tinggi.
 
"Dinas Pemberdayaan Perempuan tak bisa berjalan sendiri. Kami harus didukung oleh pemerintah daerah," ujarnya.
 
Selain meminta dukungan pemerintah daerah, Yohana juga turut mengajak tokoh adat dan agama berpartisipasi melindungi dan memberdayakan perempuan. Sinergi antara pemda dan tokoh masyarakat sangat dibutuhkan guna mewujudkan Indonesia yang bebas kekerasan perempuan dan anak.
 
"Perempuan dan anak tetap harus dibentuk melalui tradisi. Saya mohon agar kita bekerja sama, pemerintah, tokoh adat dan agama untuk memberdayakan perempuan dan anak-anak," ujar Yohana.
 

 

(BOW)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif