Jakarta: Politikus Partai Golkar Lawrence Siburian mengungkapkan musyawarah nasional (munas) Golkar pada Desember 2019 tak cuma memilih ketua umum. Ada agenda penting lain untuk mencari calon presiden periode 2024-2029.
"Munas kali ini kelihatannya tak sama dengan munas sebelumnya. Tak hanya pemimpin (partai) tetapi proses regenerasi pemimpin bangsa 2024," ujar Lawrence dalam diskusi 'Berebut Kursi Partai Beringin', di Jakarta, Rabu, 24 Juli 2019.
Lawrence menyebut sejak Reformasi 1998, belum ada wakil dari Golkar yang menjadi presiden. Pada 2024, kata dia, jadi kesempatan Golkar untuk unjuk gigi. Partai bakal menyiapkan kader yang tepat untuk memimpin negara.
Pengamat politik Adi Prayitno menyambut baik rencana Golkar. Menurut dia, partai berlambang pohon beringin harus keluar dari 'kutukan'.
(Baca juga: JK: Pelaksanaan Munas Golkar Harus Sesuai Aturan)
Golkar selalu menduduki peringkat satu atau dua dalam pemilu. Tapi, belum ada figur partai menjadi pemimpin bangsa.
"Pemilu 2024-2029 adalah ajang calon presiden dari Golkar, supaya ada sinergitas di mana tingkat elektabilitas kemudian berindikasi bahwa Golkar bisa memberikan calon terbaik sebagai presiden," papar dia.
Munas juga akan membahas strategi pemilihan kepala daerah (pilkada) di 270 daerah, pimpinan MPR/DPR, dan partai-partai yang berencana bergabung dengan Golkar di pilkada.
Partai Golkar mendapat 17.229.789 suara (12,31 persen) dalam Pemilu 2019. Golkar berada di peringkat kedua perolehan kursi di DPR dengan 85 kursi.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan