Joko Widodo (kemeja putih) bersama relawan dari Trisakti Untuk Jokowi. Foto: Istimewa
Joko Widodo (kemeja putih) bersama relawan dari Trisakti Untuk Jokowi. Foto: Istimewa

Jokowi Akan Memperhatikan Keluarga Korban Trisakti

Nasional tragedi trisakti
Achmad Zulfikar Fazli • 14 Mei 2019 15:05
Jakarta: Tragedi Trisakti 12 Mei 1998 sudah memasuki 21 tahun. Peristiwa ini menjadi awal munculnya era reformasi yang penuh perjuangan dan berbatu.
 
"Era Reformasi yang kita nikmati saat ini merupakan suatu perjalanan panjang dalam sejarah bangsa Indonesia. Perjalanan panjang yang menelan korban jiwa yang tidak sedikit. Semua diawali dengan tewasnya empat orang mahasiswa Universitas Trisakti tertembak oleh aparat," ujar Ketua Alumni Trisakti Untuk Jokowi (TUJ) Muhanto Hatta dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019.
 
Tragedi Trisakti ini bermula pada 1997. Indonesia mengalami krisis moneter yang parah. Muncul desakan untuk meruntuhkan Orde Baru. Krisis moneter ini kemudian berkembang menjadi krisis multidimensi yang ditandai dengan kemerosotan di berbagai bidang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berangkat dari hal itu, berbagai demonstrasi terjadi di kota-kota besar. Para mahasiswa sebagai ujung tombak perjuangan reformasi turun ke jalan. Para mahasiswa dari Universitas Trisakti melakukan aksi long march menuju ke DPR, namun dihalangi oleh aparat.
 
"Aparat mengadang mahasiswa dan memaksa mereka kembali ke kampus," ucp dia.
 
Puncaknya, empat mahasiswa Trisakti tewas ditembak. Mereka yakni mahasiswa FE 1996 Hendriawan Sie, mahasiswa FTSP 1995 Hafidin Royan, mahasiswa FTSP 1996 Elang Mulia Lesmana, dan mahasiswa FTI 1995 Hery Hartanto. Gugurnya mereka semakin menguatkan perjuangan untuk meruntuhkan rezim Orde Baru.
 
Menurut Muhanto, empat orang martir reformasi ini menjadi simbol perjuangan mahasiswa yang akhirnya berbuah manis dengan pengunduran diri Presiden Soeharto pada 21 Mei 1998. Sekaligus menandai runtuhnya rezim Orde Baru.
 
Sementara itu, Sekjen Trisakti Untuk Jokowi Sarah Wijanarko berharap penyelesaian peristiwa tragedi Trisakti ini menjadi fokus utama Jokowi pada periode keduanya. Dia yakin Jokowi memberikan perhatian lebih untuk para keluarga korban tragedi Trisakti.
 
"Harapan akan pengungkapan kasus ini di masa depan tetap menjadi prioritas bagi alumni dan mahasiswa Universitas Trisakti. Alumni Trisakti Untuk Jokowi meyakini dan sangat percaya Presiden Jokowi akan memberikan perhatian khusus terhadap kasus ini," ujar dia.
 
Berangkat dari masuknya program pengungkapan kasus 12 Mei Trisakti di dalam program Nawacita Jokowi dan beberapa langkah yang diambil sebelumnya untuk penyelesaian kasus ini. Alumni Trisakti Untuk Jokowi juga merasa yakin Jokowi juga akan memberikan perhatian lebih untuk hal seputaran kasus Trisakti ini, seperti kesejahteraan keluarga korban dan pentingnya edukasi mengenai 12 Mei 1998 kepada masyarakat, terutama kepada generasi muda.
 
Di sisi lain, Trisakti Untuk Jokowi juga mengusulkan beberapa pemikiran untuk pemerintahan Jokowi ke depan. Usulan tersebut yakni memberikan gelar pahlawan nasional untuk empat mahasiswa Trisakti yang gugur, memperhatikan kesejahteraan orang tua korban, menetapkan 12 Mei sebagai Hari Reformasi, dan memasukkan peristiwa tragedi Trisakti ke dalam kurikulum pendidikan di sekolah.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif