Ketua DPR RI Setya Novanto (tengah) dan istrinya, Deisti Astriani, menyambut Presiden Joko Widodo. Foto: MI/Panca Syurkani
Ketua DPR RI Setya Novanto (tengah) dan istrinya, Deisti Astriani, menyambut Presiden Joko Widodo. Foto: MI/Panca Syurkani

Setnov Dukung Pemerintah Tindak Kelompok Pengancam NKRI

Nur Azizah • 17 Mei 2017 11:44
medcom.id, Jakarta: Belakang ini isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) tengah menjadi pembahasan serius. Sampai-sampai, Presiden Joko Widodo mengundang seluruh tokoh lintas agama ke Istana Kepresidenan.
 
Upaya Jokowi mempersatukan semua elemen bangsa memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pun mendapat tanggapan positif dari Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto. Ia mendukung segala langkah yang diambil pemerintah.
 
"Termasuk mengambil posisi tegas terhadap berbagai pihak yang mengancam keutuhan bangsa dan kedaulatan NKRI," kata Novanto dalam keterangan tertulis, Rabu, 17 Mei 2017.

Ketua DPR RI ini meminta masyarakat tak mudah terprovokasi dengan isu SARA. Seluruh kalangan, lanjut dia, harus mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa.
 
"Seluruh komponen harus memberikan dan menularkan energi positif kepada sesama anak bangsa. Tanamkan semangat toleransi dan persaudaraan sehingga makna Bhinneka Tunggal Ika terpatri dalam ladang pikiran dan hati," lanjut dia.
 
Novanto yakin, dengan semangat toleransi, segala stigma negatif tentang SARA bisa diminimalisasi. Ia berharap isu SARA bisa segera berakhir.
 
Kemarin, 16 Mei 2017, Presiden Joko Widodo bersilaturahmi dengan sejumlah tokoh lintas agama. Mereka menyatakan berkomitmen mempertahankan NKRI.
 
"Saya senang mendengar komitmen tokoh agama dan umatnya untuk terus menjaga, mempertahankan, dan memperkokoh Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhineka Tunggal Ika," kata Presiden usai bertemu tokoh lintas agama di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa 16 Mei 2017.
 
Tokoh lintas agama yang hadir berasal dari berbagai kelompok. Ketua Konferensi Wali Gereja Ignatius Suryo Hardjoatmodjo, Ketua Persekutuan Gereja Indonesia Henriette T. Hutabarat-Lebang, dan Ketua Perwakilan Umat Budha Indonesia Hartati Murdaya tampak hadir di Istana.
 
Selain itu, ada Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia Wisnu Bawa Tenaya, Ketua Majelis Tinggi Agama Konghuchu Indonesia Uung Sendana L. Linggarjati, Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin, serta Sekjen PBNU Helmy Faisal. Mereka sempat berdialog dengan Presiden.
 
Jokowi menyebut para tokoh berkomitmen untuk menjaga persatuan, persaudaraan, perdamaian, dan toleransi antarumat, antarkelompok, serta antargolongan. Presiden pun mengapresiasi sikap mereka.
 
Bekas Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan kebebasan berpendapat, berserikat, dan berkumpul dijamin konstitusi. Tapi, kebebasan tersebut harus sesuai koridor hukum, Pancasila, dan UUD 1945.
 

 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UWA)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>