Petugas menurunkan plakat burung garuda dari KRI Teluk Ende yang sandar di Pelabuhan Bung Karno di Ende, Nusa Tenggara Timur. Foto: MI/Palce Amalo.
Petugas menurunkan plakat burung garuda dari KRI Teluk Ende yang sandar di Pelabuhan Bung Karno di Ende, Nusa Tenggara Timur. Foto: MI/Palce Amalo.

Ancaman Komunisme dan Radikalisme Harus Diantisipasi

Nasional radikalisme komunisme
Achmad Zulfikar Fazli • 26 September 2018 20:48
Jakarta: Majelis Ulama Indonesia (MUI) memandang adanya berbagai ancaman terhadap kehidupan dan keumatan bangsa. Semua pihak diminta bersama-sama mengantisipasi ancaman tersebut.
 
"Setelah mengamati secara cermat dan seksama perkembangan kehidupan kebangsaan dan keumatan bangsa ini, menyadari dengan penuh keprihatinan adanya ancaman terhadap bangsa dan negara yang harus disikapi dan dihadapi secara tepat dan strategis," kata Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI Noor Achmad seusai rapat pleno ke-31 Dewan Pertimbangan MUI, di Kantor MUI, Jakarta, Rabu, 26 September 2018.
 
Ahmad membeberkan ancaman tersebut berupa merajalela secara penetratif ke dalam tubuh bangsa, pikiran, dan ideologi yang bertentangan secara diametral dengan agama dan falsafah bangsa, Pancasila. Di antara ideologi berbahaya tersebut, lanjut dia, adalah komunisme yang anti-Tuhan, dan agama yang akhir ini mengemuka dalam kehidupan bangsa dan dengan berbagai penjelmaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Selain itu, pula yang mengacam bangsa adalah liberalisme dan kebebasan yang sesungguhnya sangat bertentang dengan agama, yang merasuki berbagai aspek kehidupan bangsa baik politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan. Dan begitu pula radikalisme yang ekstrem baik atas dasar paham keagamaan, maupun kepentingan ekonomi, bisnis, serta kepentingan politik," beber dia.
 
Ahmad menambahkan sikap pembiaran terhadap ideologi tersebut, bukan hanya ditampilkan warga. Hal ini juga terjadi di kalangan penyelenggara negara, baik legislatif maupun eksekutif.
 
Tak hanya itu, Ahmad menekankan ancaman paling berbahaya yang berpotensi melanda Indonesia saat ini ialah adanya defiasi, distorsi, dan disorientasi kehidupan nasional dari nilai-nilai dasar Pancasila, Undang Undang Dasar 1945. Ini khusus ada dari bidang sosial politik, kehidupan sosial ekonomi, dan sosial budaya.
 
"Hal itu disebabkan di mana Pancasila hanya diucapkan tidak dilaksanaka," ucap dia.
 
Menurut dia, ancaman terhadap bangsa ini juga dirasakan oleh MUI sebagai ancaman bagi umat Islam. Pasalnya, ancaman kepada Islam sesungguhnya adalah ancaman terhadap eksistensi bangsa.
 
Untuk itu, MUI menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk ikut bertanggung jawab mengawal pemerintah dalam menghadapi ancaman terhadap bangsa tersebut. Namun, dia menekankan umat Islam juga harus terus dilibatkan dalam membangun bangsa dan negara ini.
 
Baca: Panglima TNI: PKI tidak Bisa Hidup di Negara Pancasila
 
"Begitu pula terhadap seluruh bangsa untuk memahami peran dan posisi umat Islam, maka tidak tepat jika umat Islam terpinggirkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara ini," kata dia.
 
Ahmad menjelaskan dalam menghadapi ancaman tersebut, diperlukan persatuan, kesatuan dan kebersamaan seluruh bangsa. Ukhuwah islamiah juga wajib dikedepankan.
 
Dia meminta masyarakat menahan diri dan tidak menebar kebencian. Ini terutama, lanjut dia, dalam menghadapi Pilpres 2019.
 
"Menjadikan pemilu sebagai sarana beradab, untuk mengatasi ketidakadaban. Maka pilpres jangan sampai terjebak kepada ketidakadaban," pungkas dia.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif