Jakarta: Pengamat politik Ujang Komarudin menilai tidak ada masalah dengan kebijakan rangkap jabatan komisaris. Rangkap jabatan komisaris tidak akan mengganggu kinerja.
"Kalau tidak menggangu (kinerja), ya (memang) tidak menggangu," kata Ujang dalam diskusi Crosscheck by Medcom.id dengan tema 'Rektor Jadi Komisaris, Tak Salah?, Minggu, 25 Juli 2021.
Ujang pernah menjadi konsultan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dia mengerti seluk beluk kinerja BUMN.
Menurut dia, komisaris tidak terlalu sibuk. Sehingga, rangkap jabatan komisaris tidak akan membuat kepentingan perusahaan BUMN dan perusahaan lain tercampur.
"Memang hanya rapat saja (tugas komisaris) sebulan dua kali, tiga kali, sudah, nanti terima gaji dan honor," ujar Ujang.
Baca: Pengunduran Diri Ari Kuncoro Diminta Diikuti Revisi Kembali Statuta UI
Menurut dia, masalah rangkap jabatan komisaris hanya ada dalam segi aturan dan moralitas. Selebihnya, rangkap jabatan tidak mempunyai kerugian.
"(Komisaris) itu kan cuma mengontrol perusahaan, dan itu pun tidak dilakukan secara maksimal," tutur Ujang.
Jakarta: Pengamat politik Ujang Komarudin menilai tidak ada masalah dengan kebijakan rangkap jabatan komisaris. Rangkap jabatan komisaris tidak akan mengganggu kinerja.
"Kalau tidak menggangu (kinerja), ya (memang) tidak menggangu," kata Ujang dalam diskusi
Crosscheck by Medcom.id dengan tema 'Rektor Jadi Komisaris, Tak Salah?, Minggu, 25 Juli 2021.
Ujang pernah menjadi konsultan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (
BUMN). Dia mengerti seluk beluk kinerja BUMN.
Menurut dia, komisaris tidak terlalu sibuk. Sehingga, rangkap jabatan komisaris tidak akan membuat kepentingan perusahaan BUMN dan perusahaan lain tercampur.
"Memang hanya rapat saja (tugas komisaris) sebulan dua kali, tiga kali, sudah, nanti terima gaji dan honor," ujar Ujang.
Baca: Pengunduran Diri Ari Kuncoro Diminta Diikuti Revisi Kembali Statuta UI
Menurut dia, masalah rangkap jabatan komisaris hanya ada dalam segi aturan dan moralitas. Selebihnya, rangkap jabatan tidak mempunyai kerugian.
"(Komisaris) itu kan cuma mengontrol perusahaan, dan itu pun tidak dilakukan secara maksimal," tutur Ujang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AZF)