Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

KPU Didorong Lebih Aktif Sosialisasikan Pemilu 2024

Nasional kpu pilkada survei Pilpres Pemilu 2024 Pileg 2024
Antara • 25 April 2022 10:12
Jakarta: Lembaga penelitian kebijakan dan opini publik Populi Center mendorong Komisi Pemilihan Umum (KPU) lebih aktif menyosialisasikan pemilihan umum (pemilu) serentak 2024.
Survei yang dirilis Populi Center menunjukkan 38,2 persen dari 1.200 responden yang tersebar di 34 provinsi belum mengetahui pemilihan presiden (pilpres), pemilihan anggota legislatif (pileg), dan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada 2024.
 
"Ini jadi catatan bagi komisioner KPU yang baru untuk aktif menyosialisasikan pelaksanaan Pemilu 2024," kata Deputi Direktur Eksekutif Populi Center Rafif Pamenang Imawan saat peluncuran hasil survei di Jakarta, dilansir Antara, Senin, 25 April 2022.
 
Baca: 4 Pembantu Jokowi Yang Diharapkan Menjadi Presiden

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski demikian, jumlah responden yang mengetahui pelaksanaan pemilu serentak pada 2024 mencapai 61,8 persen. Survei tersebut juga menunjukkan jumlah responden yang akan menggunakan hak pilihnya saat pemilu mencapai 96,8 persen.
 
Sementara itu, responden yang memutuskan tidak memilih atau masuk golongan putih (golput) sebanyak 0,7 persen. Sebanyak 2,4 persen responden masih belum memutuskan bakal memilih atau tidak saat Pemilu 2024.
 
Menurut Rafif, hasil survei itu memberi sinyal positif pada pelaksanaan Pemilu 2024 karena masyarakat terbukti antusias berpartisipasi memilih pemimpin yang baru. Keinginan masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya sejalan dengan hasil survei terkait wacana penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden sampai tiga periode.
 
Rafif menerangkan 64,4 persen responden tidak setuju masa jabatan presiden diperpanjang sampai tiga periode. Dari jumlah tersebut 9,3 persen di antaranya sangat tidak setuju dan 55,1 persen tidak setuju.
 
"Dari 1.200 responden yang diwawancara oleh Populi Center pada 21–29 Maret 2022, ada 27,6 persen responden yang setuju masa jabatan presiden diperpanjang. Namun, Populi Center tidak mendalami alasan responden yang setuju terhadap wacana perpanjangan masa jabatan presiden," papar dia.
 
Selain itu, mayoritas responden juga menolak wacana menunda Pemilu 2024. Hasil survei menunjukkan 74,3 persen tidak setuju Pemilu 2024 ditunda, tetapi 15,6 persen responden setuju terhadap wacana itu.
 
Kemudian, Populi Center juga meminta pendapat responden mengenai aturan ambang batas pencalonan presiden. Mayoritas responden, yaitu 47,2 persen dari 1.200 orang yang diwawancara, tidak setuju ketentuan ambang batas dihapus.  Sementara 25,3 persen responden setuju.
 
"Walaupun demikian, ada 21,6 persen responden yang tidak menjawab karena tidak memahami isu ambang batas pencalonan presiden," tutur dia.
 
(DEV)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif