Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Kominfo: TV Digital Tak Memerlukan Kuota Internet

Achmad Zulfikar Fazli • 03 Maret 2022 17:03
Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengajak masyarakat Ambon, Maluku, untuk migrasi dari siaran televisi (TV) analog ke digital. TV digital memiliki kelebihan teknologi, yaitu menghantarkan audio visual yang bersih dan jernih.
 
“TV Digital itu kita perlu ketahui bahwa itu bukan TV streaming. Jadi tidak memerlukan biaya kuota internet, juga tidak seperti TV satelit atau parabola,” ujar Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Komunikasi Politik, Philip Gobang, dalam Webinar “Seputar Siaran TV Digital: Alasan Beralih ke Siaran TV Digital”, dikutip Kamis, 3 Maret 2022.
 
Menurut dia, manfaat lanjutan migrasi siaran TV digital adalah hadirnya internet cepat. Peningkatan kualitas layanan internet ini juga memberikan manfaat positif untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Lebih terbuka jalan untuk menembus pasar lebih luas melalui akses internet.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“ASO (Analog Switch Off) bisa digunakan atau dimanfaatkan secara lebih luas untuk kesempatan-kesempatan mendorong perekonomian digital. Mendorong pula pembangunan ekosistem digital dan ini merupakan suatu kesempatan yang penting atau peluang yang besar untuk mendorong bertumbuhnya ekonomi digital,” ujar dia.
 
Sementara itu, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Yuliandre Darwis menuturkan setiap lembaga penyiaran harus mulai melakukan peralihan penyiaran digital. Paling penting adalah terkait pemenuhan kebutuhan perangkat televisi yang bisa menerima siaran digital melalui set top box.
 
“Maka perlunya sosialisasi kepada masyarakat dengan skema tertentu agar dapat menerima siaran saat ASO dilakukan. Bagaimana ASO ini bisa dimaksimalkan di lingkungan keluarga, lingkungan rumah tangga ataupun sekitar kita, di kelompok kelurahan dan kecamatan,” kata Yuliandre.
 
Baca: Migrasi ke Siaran Digital, Warga Banten Bisa Tonton 18 Program TV
 
Ketua Umum IJTI Henrik Kurniawan menyebut ASO adalah revolusi di dunia pertelevisian. Ada potensi kenaikan Rp443 trilliun dari pajak dan Rp77 Triliun PNBP. Kemudian,ada 230 ribu lapangan kerja baru dan 181 ribu usaha baru apabila program ASO sudah berjalan keseluruhan.
 
“Bayangkan ini akan tercapai dalam 5 tahun ke depan. ASO adalah sebuah revolusi, peluang baru yang luar biasa di dunia pertelevisian,” ujar dia.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif