medcom.id, Jakarta: Presiden Joko Widodo kini resmi didampingi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Ada satu orang wanita dari sembilan anggota tim penasehat Presiden Joko Widodo hingga 2019 ini.
Siapa saja mereka? Berikut ini rekam jejak singkat masing-masing anggota Wantimpres yang Presiden Jokowi lantik, Senin (19/1/2015) siang.
Sidarto Danusubroto
Di lingkungan PDIP, mantan Kapolda Jawa Barat ini akrab dipanggil Pak Darto. Sejak terpilih sebagai anggota DPR pada 1999, namanya tidak terlalu dikenal masyarakat hingga ditunjuk sebagai Ketua MPR menggantikan almarhum Taufiq Kiemas.
Sebagai kader PDIP, otomatis Pak Darto aktif dalam timses Jokowi-JK pada Pilpres 2014. Pria berusia 78 ini pula yang berulangkali mengingatkan Jokowi agar mempertimbangkan rekomendasi KPK dan PPATK dalam menyusun Kabinet Kerja.
Subagyo HS
Jabatan terakhir Subagyo Hadi Siswoyo di militer adalah Kepala Staf TNI Angkatan Darat. Di dalam gonjang-ganjing pasca Tragedi Mei '98, dia memimpim Dewan Pertimbangan Perwira untuk mengusut dan merekomendasikan sanksi bagi petinggi TNI yang dianggap terlibat.
Mantan Pangdam Diponegoro ini juga bergabung dalam Timses Jokowi-JK. Salah satu yang kontroversial adalah aksi Cawapres JK dalam Debat Capres-Cawapres kepada Capres Prabowo Subianto mengenai peran dalam kerusuhan Mei '98.
Yusuf Kartanegara
Purnawirawan TNI AD ini adalah Sekjen PKPI. Parpol yang terdiri dari beberapa parpol tidak lolos seleksi KPU sebagai peserta Pemilu 2014 itu adalah salah satu pendukung Jokowi-JK dalam Pilpres 2014.
Namun di dalam portofolio Kabinet Kerja, tidak ada kader PKPI yang masuk. Selain profesional dan timses, kabinet diisi oleh politisi dari PDIP, NasDem, PKB dan Hanura.
Rusdi Kirana
Pengusaha maskapai Lion Air ini mendadak jadi pembicaraan menjelang Pemilu 2014. Rusdi Kirana memutuskan terjun ke politik dan bergabung dengan PKB.
Meski pendatang baru di bidang politik, Rusdi Kirana langsung menempati posisi Wakil Ketua Umum PKB. Sebuah pesawat Lion Air menjadi 'pesawat khusus' yang menerbangkan Jokowi ke berbagai daerah untuk kepentingan kampanye Pilpres 2014.
Moncernya Lion Air sebagai maskapai low cost carrier, artinya moncer pula pundi-pundi Rusdi Kirana. Rusdi masih tercatat sebagai salah satu dari 40 orang terkaya di Indonesia, dengan jumlah kekayaan sebesar US$ 900 juta per 2012.
Jan Darmadi
Wakil dari Partai NasDem ini juga dikenal sebagai pengusaha sukses. Jan Darmadi adala pemilik PT Jakarta Setiabudi International Tbk. yang bergerak di bidang properti di Jakarta, Yogyakarta, dan Bali.
Di dalam struktur Partai NasDem, Jan Darmadi menjabat sebagai Ketua Majelis Tinggi.
Suharso Monoarfa
Di antara semuanya, Suharso Monoarfa adalah anggota Wantimpres yang bukan mantan anggota Timses Jokowi-JK dan bukan pula dari parpol pengusung. Suharso adalah politikus PPP yang sejak masa kampanye Pilpres 2014 terus dirundung perpecahan internal sebab sebagian petingginya ingin berpisah dari Koalisi Merah Putih.
Ketua Dewan Pertimbangan PPP versi kubu M Romahurmuzy itu sempat menjabat sebagai Menteri Perumahan Rakyat pada periode II Presiden SBY. Dia digantikan Djan Faridz pada 2011 setelah diterpa isu poligami.
"Sekarang saya tidak lagi jadi pengurus harian partai, harus mundur," ujar Suharso tentang konsekwensi dari tugas barunya sebagai Wantimpres, Minggu (18/1/2015).
Hasyim Muzadi
Namanya dikenal luas masyarakat ketika memimpin PB NU. Pada Pilpres 2004, Hasyim menampik pinangan capres Wiranto yang diusung Partai Golkar untuk menerima lamaran capres Megawati Soekarnoputri.
Pilihan Hasyim tidak keliru, pasangan Mega-Hasyim menang di putaran pertama sebelum menyerah di putaran dua. Berbeda dengan Mega, hubungan Hasyim Muzadi dengan SBY pasca Pilpres 2004 tergolong amat sangat baik.
Abdul Malik Fadjar
Sebagai seorang pendidik, capaian tertinggi Prof. Dr. Abdul Malik Fadjar menjabat sebagai Menteri Pendidikan pada era pemerintahan Megawati Soekarnoputri. Pada era BJ Habibie tokoh Muhamaddiyah ini menjabat sebagai Menteri Agama.
Sri Adiningsih
Ini adalah satu-satunya wanita dalam Wantimpres 2014-2019. Doktor lulusan University of Illinois, AS, ini lebih dikenal sebagai ekonom dari Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada.
Sri bukan kader parpol pengusung, namun dalam Timses Jokowi-JK perannya sebagai penasihat bidang ekonomi. Persabahabatan wanita berambut pendek ini dengan Jokowi bermula dari bangku SMP.
medcom.id, Jakarta: Presiden Joko Widodo kini resmi didampingi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Ada satu orang wanita dari sembilan anggota tim penasehat Presiden Joko Widodo hingga 2019 ini.
Siapa saja mereka? Berikut ini rekam jejak singkat masing-masing anggota Wantimpres yang Presiden Jokowi lantik, Senin (19/1/2015) siang.
Sidarto Danusubroto
Di lingkungan PDIP, mantan Kapolda Jawa Barat ini akrab dipanggil Pak Darto. Sejak terpilih sebagai anggota DPR pada 1999, namanya tidak terlalu dikenal masyarakat hingga ditunjuk sebagai Ketua MPR menggantikan almarhum Taufiq Kiemas.
Sebagai kader PDIP, otomatis Pak Darto aktif dalam timses Jokowi-JK pada Pilpres 2014. Pria berusia 78 ini pula yang berulangkali mengingatkan Jokowi agar mempertimbangkan rekomendasi KPK dan PPATK dalam menyusun Kabinet Kerja.
Subagyo HS
Jabatan terakhir Subagyo Hadi Siswoyo di militer adalah Kepala Staf TNI Angkatan Darat. Di dalam gonjang-ganjing pasca Tragedi Mei '98, dia memimpim Dewan Pertimbangan Perwira untuk mengusut dan merekomendasikan sanksi bagi petinggi TNI yang dianggap terlibat.
Mantan Pangdam Diponegoro ini juga bergabung dalam Timses Jokowi-JK. Salah satu yang kontroversial adalah aksi Cawapres JK dalam Debat Capres-Cawapres kepada Capres Prabowo Subianto mengenai peran dalam kerusuhan Mei '98.
Yusuf Kartanegara
Purnawirawan TNI AD ini adalah Sekjen PKPI. Parpol yang terdiri dari beberapa parpol tidak lolos seleksi KPU sebagai peserta Pemilu 2014 itu adalah salah satu pendukung Jokowi-JK dalam Pilpres 2014.
Namun di dalam portofolio Kabinet Kerja, tidak ada kader PKPI yang masuk. Selain profesional dan timses, kabinet diisi oleh politisi dari PDIP, NasDem, PKB dan Hanura.
Rusdi Kirana
Pengusaha maskapai Lion Air ini mendadak jadi pembicaraan menjelang Pemilu 2014. Rusdi Kirana memutuskan terjun ke politik dan bergabung dengan PKB.
Meski pendatang baru di bidang politik, Rusdi Kirana langsung menempati posisi Wakil Ketua Umum PKB. Sebuah pesawat Lion Air menjadi 'pesawat khusus' yang menerbangkan Jokowi ke berbagai daerah untuk kepentingan kampanye Pilpres 2014.
Moncernya Lion Air sebagai maskapai low cost carrier, artinya moncer pula pundi-pundi Rusdi Kirana. Rusdi masih tercatat sebagai salah satu dari 40 orang terkaya di Indonesia, dengan jumlah kekayaan sebesar US$ 900 juta per 2012.
Jan Darmadi
Wakil dari Partai NasDem ini juga dikenal sebagai pengusaha sukses. Jan Darmadi adala pemilik PT Jakarta Setiabudi International Tbk. yang bergerak di bidang properti di Jakarta, Yogyakarta, dan Bali.
Di dalam struktur Partai NasDem, Jan Darmadi menjabat sebagai Ketua Majelis Tinggi.
Suharso Monoarfa
Di antara semuanya, Suharso Monoarfa adalah anggota Wantimpres yang bukan mantan anggota Timses Jokowi-JK dan bukan pula dari parpol pengusung. Suharso adalah politikus PPP yang sejak masa kampanye Pilpres 2014 terus dirundung perpecahan internal sebab sebagian petingginya ingin berpisah dari Koalisi Merah Putih.
Ketua Dewan Pertimbangan PPP versi kubu M Romahurmuzy itu sempat menjabat sebagai Menteri Perumahan Rakyat pada periode II Presiden SBY. Dia digantikan Djan Faridz pada 2011 setelah diterpa isu poligami.
"Sekarang saya tidak lagi jadi pengurus harian partai, harus mundur," ujar Suharso tentang konsekwensi dari tugas barunya sebagai Wantimpres, Minggu (18/1/2015).
Hasyim Muzadi
Namanya dikenal luas masyarakat ketika memimpin PB NU. Pada Pilpres 2004, Hasyim menampik pinangan capres Wiranto yang diusung Partai Golkar untuk menerima lamaran capres Megawati Soekarnoputri.
Pilihan Hasyim tidak keliru, pasangan Mega-Hasyim menang di putaran pertama sebelum menyerah di putaran dua. Berbeda dengan Mega, hubungan Hasyim Muzadi dengan SBY pasca Pilpres 2004 tergolong amat sangat baik.
Abdul Malik Fadjar
Sebagai seorang pendidik, capaian tertinggi Prof. Dr. Abdul Malik Fadjar menjabat sebagai Menteri Pendidikan pada era pemerintahan Megawati Soekarnoputri. Pada era BJ Habibie tokoh Muhamaddiyah ini menjabat sebagai Menteri Agama.
Sri Adiningsih
Ini adalah satu-satunya wanita dalam Wantimpres 2014-2019. Doktor lulusan University of Illinois, AS, ini lebih dikenal sebagai ekonom dari Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada.
Sri bukan kader parpol pengusung, namun dalam Timses Jokowi-JK perannya sebagai penasihat bidang ekonomi. Persabahabatan wanita berambut pendek ini dengan Jokowi bermula dari bangku SMP.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LHE)