Ilustrasi. MI/Ramdani.
Ilustrasi. MI/Ramdani.

Apeksi Usul Sekda Ditunjuk Jadi Penjabat Kepala Daerah

Nasional Apeksi Penjabat kepala daerah ASN Penjabat kepala daerah
Antara • 12 Mei 2022 04:03
Jakarta: Ratusan kepala daerah akan diisi penjabat jelang Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2024. Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) mengusulkan Sekretaris Daerah (Sekda) dipertimbangkan menjadi penjabat kepala daerah.
 
"Usulan dari teman-teman Apeksi meminta agar Sekda harus betul-betul diperhitungkan dan direkomendasikan," ucap Ketua Apeksi Bima Arya Sugiarto dalam keterangannya, Rabu, 11 Mei 2022.
 
Bima mengatakan Apeksi berpandangan Sekda adalah pejabat yang paling senior dan paling menguasai pemerintahan di daerah. Sehingga, legitimasi lebih kuat dan relatif dilatih untuk netral dalam politik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya kira punya legitimasi lebih kuat dan nisbi dilatih untuk netral dalam politik," ujar dia.
 
Wali Kota Bogor ini menuturkan pengisian penjabat kepala daerah harus tetap menerapkan semangat demokrasi untuk menghindari muatan politis. Anggota Apeksi cukup menyoroti potensi politisasi dalam pengisian penjabat daerah.
 
"Kesimpulan kami adalah moral hazard itu berlaku untuk semua latar belakang. Kita harus meminimalisasi ekses negatif yang bisa terjadi," ucap dia.
 
Baca: 5 Penjabat Gubernur Dilantik Besok
 
Menurutnya, perlu ada aturan yang lebih rinci untuk memastikan bahwa penjabat harus dimandatkan mengawal program strategis agar terjadinya keberlanjutan program pembangunan pemerintah daerah. Pasalnya, di beberapa daerah penjabat kepala daerah ada yang bisa menjabat sampai dua tahun.
 
"Ini bukan sekadar menentukan suksesor. Adalah tugas pemimpin untuk memastikan bahwa gagasannya berlanjut," ungkap dia.
 
Pembangunan daerah, kata dia, harus berkesinambungan. Kepala daerah memiliki banyak tanggung jawab yang harus dijamin penyelesaiannya. 
 
"Kita punya tanggung jawab stunting, indeks pembangunan manusia berapa, BPJS bagaimana, meleset sedikit 1 tahun saja ini repot. Apalagi kalau tidak diperhatikan dalam waktu yang cukup lama, 2 tahun," tutur Bima.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif