Kelapa sawit. Foto: MI/Aries Munandar
Kelapa sawit. Foto: MI/Aries Munandar

KLHK Evaluasi Wacana Perpanjangan Moratorium Perizinan Kebun Sawit

Nasional Lingkungan Lingkungan Hidup Kelapa Sawit Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia Green Summit 2021
Theofilus Ifan Sucipto • 21 Juli 2021 18:01
Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) masih mengevaluasi wacana perpanjangan moratorium perizinan perkebunan kelapa sawit. Pembahasan dilakukan lintas kementerian.
 
“Kita evaluasi, kalau efektif kita lanjutkan,” kata Wakil Menteri LHK Alue Dohong dalam telekonferensi di Jakarta, Rabu, 21 Juli 2021.
 
Menurut dia, pemerintah terus menggenjot produktivitas lahan sawit sambil menunggu evaluasi. Pemerintah berperan membentuk kebijakan intensifikasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Ini relevan untuk moratorium dilanjutkan dalam rangka mendukung capaian net sink 2030,” papar dia.
 
Baca: Keberhasilan di COP26 Glasgow Bisa Jadi Pijakan Indonesia Pimpin G20
 
Alue menuturkan net sink ialah serapan emisi hutan lebih banyak dibanding emisi yang dikeluarkan. Indonesia sudah membuat peta jalan agar target itu tercapai pada 2030.
 
“Target itu harus tetap diupayakan dan dilanjutkan,” tegas Alue.
 
Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL) KLHK Ruandha Agung Sugardiman menyebut KLHK terus berkomunikasi dengan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian. Mereka meninjau peraturan turunan soal moratorium sawit.
 
“Jadi kita lihat lagi apakah perlu perpanjangan atau tidak,” tutur dia.
 
Dasar hukum moratorium perizinan perkebunan kelapa sawit diatur dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2018 tentang Penundaan dan Evaluasi Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit serta Peningkatan Produktivitas Perkebunan Kelapa Sawit. Beleid itu berlaku tiga tahun hingga September 2021.
 
Moratorium itu bertujuan memperbaiki tata kelola sumber daya hutan dan meningkatkan produktivitas perkebunan. Inpres juga memandatkan peningkatan tata kelola perkebunan kelapa sawit berkelanjutan.
 
Target lainnya, yakni melindungi kelestarian lingkungan, termasuk penurunan emisi gas rumah kaca. Bagi masyarakat, aturan ini diharapkan dapat mendorong pembinaan bagi petani kelapa sawit.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif