medcom.id, Jakarta: Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan versi Muktamar Surabaya, Romahurmuziy batal diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (18/11/2014). Romi, begitu biasanya dia disapa, memilih untuk menghadiri rapat paripurna di DPR ketimbang memenuhi panggilan KPK..
“Saya hari ini sudah terjadwal momen krusial di DPR yang harus saya hadiri yaitu rapat paripurna pertama pascarekonsiliasi KMP-KIH,” ujar Romi melalui pesan singkat kepada wartawan, Selasa siang.
Romi mengaku, rapat paripurna ini menjadi penting karena menjadi agenda perdamaian nasional. Sehingga, kata dia, harus betul-betul terkawal dengan baik.
Romi pun mengaku, dia minta dijadwal ulang pemeriksaan. Sebab, dia akan hadir untuk memberikan keterangan. “Sebagai warga negara yang baik, saya pasti memenuhi panggilan. Apalagi ini ada tersangka yang sudah ditahan. Saya minta dijadwalkan kembali,” jelas dia.
medcom.id, Jakarta: Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan versi Muktamar Surabaya, Romahurmuziy batal diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (18/11/2014). Romi, begitu biasanya dia disapa, memilih untuk menghadiri rapat paripurna di DPR ketimbang memenuhi panggilan KPK..
“Saya hari ini sudah terjadwal momen krusial di DPR yang harus saya hadiri yaitu rapat paripurna pertama pascarekonsiliasi KMP-KIH,” ujar Romi melalui pesan singkat kepada wartawan, Selasa siang.
Romi mengaku, rapat paripurna ini menjadi penting karena menjadi agenda perdamaian nasional. Sehingga, kata dia, harus betul-betul terkawal dengan baik.
Romi pun mengaku, dia minta dijadwal ulang pemeriksaan. Sebab, dia akan hadir untuk memberikan keterangan. “Sebagai warga negara yang baik, saya pasti memenuhi panggilan. Apalagi ini ada tersangka yang sudah ditahan. Saya minta dijadwalkan kembali,” jelas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KRI)