Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul/MI/MOHAMAD IRFAN.
Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul/MI/MOHAMAD IRFAN.

Pengesahan RUU Pilkada

Ruhut Desak Nurhayati dan Max Mengundurkan Diri

Githa Farahdina • 29 September 2014 13:01
medcom.id, Jakarta: Tak lama setelah Sidang Paripurna mengesahkan RUU Pilkada, di media sosial muncul tanda pagar #ShameOnYouSBY. Para netizen melancarkan kritik pedas, bahkan mem-bully Ketua Umum Partai Susilo Bambang Yudhoyono, karena aksi walk out Fraksi Demokrat membuat pilkada lewat DPRD gol.
 
Partai Demokrat tak mau terpuruk. Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul menegaskan, Demokrat harus bangkit meski itu tak mudah.
 
Ruhut menuding, biang kerok aksi walk out adalah Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf dan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua. Dua elite Demokrat itu dinilai sebagai dalang di balik walk out-nya Fraksi Demokrat. Keduanya harus menerika konsekuensi.

"Kita enggak seperti (partai) lain pecat memecat. Nurhayati dan Max lebih baik mengundurkan diri dari kepengurusan," tegas anggota Komisi III DPR itu di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/9/2014).
 
Ruhut menjelaskan, sebenarnya ia tidak setuju keputusan walk out. Ia sudah menjelaskan hal itu kepada partai.
 
"Untuk laporan hari kemarin, menjelaskan, aku jelasin, tidak usah walk out, kita gentleman. Saya sebenarnya enggak setuju walk out, saya lagi berhubungan dengan SBY, aku berkomunikasi terus," terang Ruhut.
 
Ruhut mengtakan, enam rekannya yang memutuskan tak ikut walk out seharusnya tak diberi sanksi. "Yang enam bukan mereka bandel, karena semua kaget. Jangan diberi sanksi. Adik kita enggak tahu, duduk saja. Apalagi Pak Mulyono (Ignatius Mulyono)," jelas Ruhut.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DOR)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>