Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Populer Nasional: Spekulasi Calon Kapolri Hingga Distribusi Vaksin Covid-19

Nasional Calon Kapolri vaksinasi vaksin covid-19 Berita Terpopuler Hari Ini Berita Terpopuler Nasional
Yogi Bayu Aji • 04 Januari 2021 08:28
Jakarta: Anggota Komisi III DPR Arsul Sani menilai spekulasi terkait calon kapolri memiliki dampak buruk. Gembar-gembor soal masalah ini berpotensi mengganggu potensi sang calon untuk dipilih Presiden Joko Widodo (Jokowi).
 
"Penonjolan nama-nama tertentu di ruang publik khususnya media, malah bisa jadi mempersempit peluang yang bersangkutan untuk diajukan oleh Presiden sebagai calon kapolri ke DPR untuk mendapat persetujuan," kata Arsul kepada Medcom.id, Minggu, 3 Januari 2021.
 
Menurut dia, bursa calon kapolri tidak perlu dipenuhi dengan spekulasi, apalagi dengan menonjolkan sosok-sosok tertentu. Wakil Ketua MPR ini mendorong proses tersebut diserahkan pada Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti) Polri serta penilaian Kepala Negara.
 
Baca: Legislator: Spekulasi Calon Kapolri Mengganggu Peluang Kandidat
 
Arsul juga enggan mengomentari menguatnya Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal (Komjen) Boy Rafli Amar dalam bursa calon pimpinan Korps Bhayangkara. Komisi III memastikan hanya menguji kepatutan dan kelayakan calon kapolri di DPR sebelum dilantik.
 
Berita soal bursa calon kapolri menjadi artikel paling diminati pembaca kanal Nasional Medcom.id. Di samping penyataan Arsul Sani, pembaca menyoroti proses penjaringan calon pengganti Kapolri Jenderal Idham Azis di Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).
 
Kompolnas akan menyerahkan hasil seleksi kepada Presiden Jokowi sebelum masa reses DPR berakhir, Minggu, 10 Januari 2021. Ada beberapa nama yang bakal diajukan Kompolnas.
 
"Kompolnas akan menyerahkan lebih dari satu nama. Kami akan menyerahkan dalam waktu dekat," ujar Komisioner Kompolnas Poengky Indarti kepada Media Indonesia, Minggu, 3 Januari 2021.
 
Menurut dia, Kompolnas belum menentukan nama-nama calon kapolri. Proses masih bertumpu pada seleksi berdasarkan kriteria.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Artikel soal vaksin juga banyak dibaca pengunjung kanal Nasional Medcom.id. Juru bicara vaksin covid-19 PT Bio Farma, Bambang Heriyanto, mengungkapkan pihaknya telah memasuki tahap distribusi. Vaksin akan ditempatkan di fasilitas pelayanan kesehatan dengan penanganan khusus.
 
"Mulai hari ini vaksin akan mulai kita distribusikan ke 34 provinsi," kata Bambang dalam telekonferensi, Minggu, 3 Januari 2021. 
 
Menurut dia, distribusi melibatkan seluruh pihak, tak hanya Bio Farma sebagai distributor. Otoritas di masing-masing provinsi, kabupaten atau kota, dan puskesmas turut bergerak.
 
Isu soal bursa calon kapolri, vaksin covid-19, dan lain-lain bakal terus diperbarui. Klik di sini untuk mendapatkan berita terkait isu nasional terbaru Medcom.id.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif