Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin - Medcom.id
Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin - Medcom.id

Wapres: Kurangi Kesenjangan Kota dan Desa

Nasional kesenjangan sosial
Emir Chairullah • 03 Februari 2020 19:49
Jakarta: Wakil Presiden Ma’ruf Amin berharap kesenjangan pembangunan antara kota dan desa bisa dikurangi. Pembangunan desa dapat dilakukan dengan dewa, dewi, dan dedi. Dewa artinya desa wisata, dewi berarti desa industri, dan dedi adalah desa digital.
 
“Apabila ini dilakukan maka kesenjangan antara kota dan desa dapat diturunkan," kata Ma'ruf ketika menerima Rektor Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro, di Kantor Wapres, Jakarta, Senin, 3 Februari 2020.
 
Menurut Wapres, pembangunan juga harus didukung dengan sistem politik dan keamanan yang stabil. Pemerintah juga berupaya mengembangkan program kontra radikalisme dan deradikalisme.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Penanganan radikalisme harus dilakukan dari hulu ke hilir. Dimulai dari pendidikan hingga komitmen kebangsaan dan kenegaraan,” tutur Ma'ruf.
 
Ma'ruf mengatakan pembangunan di semua aspek harus ditingkatkan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju. “Indonesia ingin menjadi negara maju. Pembangunan di semua aspek seperti politik, sumber daya manusia, teknologi informasi, reformasi birokrasi, serta penyederhanaan regulasi harus ditingkatkan," kata dia.
 
Rektor UI Ari Kuncoro menyampaikan UI sedang mengembangkan riset soalsufficient economic philosophy yang dipandang sejalan dengan pemikiran Ma'ruf. Suficient economic terdiri atas tiga unsur yang sifatnya saling terkait, yaitu kecukupan (moderation), masuk akal (reasonable), dan kekebalan (self immunity).
 
"Di tingkat nasional, konsep ini melakukan pendekatan pada tingkat kesesuaian [yaitu] keunggulan kompetitif, risiko rendah, dan mengurangi ketergantungan kepada negara lain,” jelas Ari.
 
Ari menyebut konsep ini dapat diterapkan untuk memberdayakan desa. Konsep modernisasi dapat dibawa ke desa melalui penerapan e-commerce dan perguruan tinggi sebagai institusi pendidikan dapat mengambil peran dalam hal ini.
 
“Perguruan tinggi berkontribusi dalam membuat market place, dan mengajarkan tentang konsep akuntansi sederhana,” papar dia.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif