medcom.id, Jakarta: Malam tadi, melalui akun twitternya, Ketua Umum Partai Golkar versi Munas bali, Aburizal Bakrie (Ical) memutuskan mendukung Perppu Pilkada. Hal tersebut tak sertamerta membuat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) latah.
"Jadi dukung Perppu Pilkada, atau tidak dukung, bukan sekedar ikut-ikutan," kata juru bicara PKS, Mardani Ali Sera, saat berbincang dengan Metrotvnews.com, Rabu (10/12/2014).
Saat kami telah membuat keputsusan, lanjut Mardani, dan menganggap keputusan itu terbaik buat rakyat, maka kami akan memperjuangkan. "Kami pernah memperjuangkan yang kami yakini, dan akhirnya kalah. Itu hal wajar," imbuhnya.
Sebelumnya PKS berjanji akan mengumumkan sikap resminya soal Peppu Pilkada, satu, dua hari kedepan. PKS menilai baik pilkada langsung atau pilkada lewat DPRD adalah metode yang sama-sama bagus. Ada sebagian wilayah di Indonesia yang cocok dengan pilkada langsung, namun sebagian cocok dengan pilkada lewat DPRD.
Sekedar diketahui satu persatu Partai yang berada di dalam Koalisi Merah Mutih (KMP) mulai mendukung Peppu Pilkada. Malam tadi, Ical mengatakan akan mendukung Perppu usul Pemerintah tentang UU Pilkada tersebut.
Ical menambahkan, dukungan tersebut diberikan setelah melihat keinginan masyarakat luas untuk tetap melaksanakan pilkada langsung. Yakni sesuai kesepakatan awal bulan Oktober 2014 antara enam partai dalam KMP. Ical juga menyertakan dokumen perjanjian itu dalam akun twitternya.
"Pada awal Oktober 2014, Golkar, Gerindra, PAN, PKS, PPP, dan Demokrat, bersepakat untuk bersama-sama mensukseskan pemilihan pimpinan DPR-RI dan seluruh alat kelengkapannya secara proporsional serta kepemimpinan MPR-RI, dengan menetapkan susunannya," ujar dia.
medcom.id, Jakarta: Malam tadi, melalui akun twitternya, Ketua Umum Partai Golkar versi Munas bali, Aburizal Bakrie (Ical) memutuskan mendukung Perppu Pilkada. Hal tersebut tak sertamerta membuat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) latah.
"Jadi dukung Perppu Pilkada, atau tidak dukung, bukan sekedar ikut-ikutan," kata juru bicara PKS, Mardani Ali Sera, saat berbincang dengan
Metrotvnews.com, Rabu (10/12/2014).
Saat kami telah membuat keputsusan, lanjut Mardani, dan menganggap keputusan itu terbaik buat rakyat, maka kami akan memperjuangkan. "Kami pernah memperjuangkan yang kami yakini, dan akhirnya kalah. Itu hal wajar," imbuhnya.
Sebelumnya PKS berjanji akan mengumumkan sikap resminya soal Peppu Pilkada, satu, dua hari kedepan. PKS menilai baik pilkada langsung atau pilkada lewat DPRD adalah metode yang sama-sama bagus. Ada sebagian wilayah di Indonesia yang cocok dengan pilkada langsung, namun sebagian cocok dengan pilkada lewat DPRD.
Sekedar diketahui satu persatu Partai yang berada di dalam Koalisi Merah Mutih (KMP) mulai mendukung Peppu Pilkada. Malam tadi, Ical mengatakan akan mendukung Perppu usul Pemerintah tentang UU Pilkada tersebut.
Ical menambahkan, dukungan tersebut diberikan setelah melihat keinginan masyarakat luas untuk tetap melaksanakan pilkada langsung. Yakni sesuai kesepakatan awal bulan Oktober 2014 antara enam partai dalam KMP. Ical juga menyertakan dokumen perjanjian itu dalam akun twitternya.
"Pada awal Oktober 2014, Golkar, Gerindra, PAN, PKS, PPP, dan Demokrat, bersepakat untuk bersama-sama mensukseskan pemilihan pimpinan DPR-RI dan seluruh alat kelengkapannya secara proporsional serta kepemimpinan MPR-RI, dengan menetapkan susunannya," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)