medcom.id, Jakarta: Pemerintah Presiden Joko Widodo berkomitmen bakal melanjutkan pembangunan proyek sarana dan prasarana olahraga Hambalang yang berada di Bogor, Jawa Barat meskipun proyek tersebut masih diperkarakan di KPK.
Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, mengatakan proyek Hambalang tersebut akan dilanjutkan pada 2016. Namun, kelanjutan pembangunan tersebut hanya difokuskan untuk bangunan yang telah sampai 50 persen.
"Kalau masih nol bahkan di bawah 50 persen terkait fasilitas sarana olahraga dan sebagainya dihentikan," ujar Imam, ditemui di Kantor Kementerian Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2014).
Imam mengatakan, saat ini yang hampir rampung hanya ruangan kelas untuk SMP dan SMA. Sedangkan, sarana dan prasarana olahraga masih belum selesai. Untuk itu, dia menegaskan bakal menggandeng pihak ketiga atau swasta dalam membangun sarana dan prasarana olahraga tersebut.
Politisi PKB ini menambahkan kelanjutan proyek tersebut akan dimasukkan dalam APBN 2016. Pasalnya, Kemenpora masih menunggu proses hukum yang saat ini tengah berjalan terkait kasus korupsi dalam proyek Hambalang.
"Memang belum bisa dimanfaatkan, prosesnya sekarang masih berjalan di KPK, kita mencoba ingin melihat secara hukum tidak ada persoalan, dan juga ingin mendengar dari persiapan BPK, BPKP apa yang perlu diaudit, auditnya selesai baru kita jalan, kita sudah menyiapkan," jelas dia.
Menurut Imam, terhentinya proyek Hambalang tersebut membuat ekonomi masyarakat sekitar proyek menjadi drop. Pasalnya, hampir 80 persen pekerja proyek merupakan orang asli Hambalang.
"Sekarang sudah berhenti total mengenaskan lah, ya tekad baiknya harus dilanjutkan. Intinya yang 50 persen ke atas dilanjutkan yang di bawah 50 persen dinolkan lagi," pungkasnya.
medcom.id, Jakarta: Pemerintah Presiden Joko Widodo berkomitmen bakal melanjutkan pembangunan proyek sarana dan prasarana olahraga Hambalang yang berada di Bogor, Jawa Barat meskipun proyek tersebut masih diperkarakan di KPK.
Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, mengatakan proyek Hambalang tersebut akan dilanjutkan pada 2016. Namun, kelanjutan pembangunan tersebut hanya difokuskan untuk bangunan yang telah sampai 50 persen.
"Kalau masih nol bahkan di bawah 50 persen terkait fasilitas sarana olahraga dan sebagainya dihentikan," ujar Imam, ditemui di Kantor Kementerian Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2014).
Imam mengatakan, saat ini yang hampir rampung hanya ruangan kelas untuk SMP dan SMA. Sedangkan, sarana dan prasarana olahraga masih belum selesai. Untuk itu, dia menegaskan bakal menggandeng pihak ketiga atau swasta dalam membangun sarana dan prasarana olahraga tersebut.
Politisi PKB ini menambahkan kelanjutan proyek tersebut akan dimasukkan dalam APBN 2016. Pasalnya, Kemenpora masih menunggu proses hukum yang saat ini tengah berjalan terkait kasus korupsi dalam proyek Hambalang.
"Memang belum bisa dimanfaatkan, prosesnya sekarang masih berjalan di KPK, kita mencoba ingin melihat secara hukum tidak ada persoalan, dan juga ingin mendengar dari persiapan BPK, BPKP apa yang perlu diaudit, auditnya selesai baru kita jalan, kita sudah menyiapkan," jelas dia.
Menurut Imam, terhentinya proyek Hambalang tersebut membuat ekonomi masyarakat sekitar proyek menjadi
drop. Pasalnya, hampir 80 persen pekerja proyek merupakan orang asli Hambalang.
"Sekarang sudah berhenti total mengenaskan lah, ya tekad baiknya harus dilanjutkan. Intinya yang 50 persen ke atas dilanjutkan yang di bawah 50 persen dinolkan lagi," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)