Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara. Foto: Susanto/MI
Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara. Foto: Susanto/MI

Komnas HAM Protes Aplikasi Pengawas Aliran Kepercayaan

Nasional penghayat kepercayaan
Arga sumantri • 30 November 2018 06:00
Jakarta: Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM) meminta aplikasi pengawasan aliran kepercayaan masyarakat (Pakem) dihapuskan. Aplikasi milik Kejaksaan Tinggi DKI itu dinilai rentan memecah belah.
 
"Aplikasi tersebut berpotensi memecah belah masyarakat, negara dan aparat hukum yang seharusnya melindungi hak konstitusi warga malah bertindak sebaliknya," kata Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara, Kamis, 29 November 2018.
 
Dalam waktu dekat, Beka mengaku ingin menemui Kejaksaan Tinggi DKI guna membahas aplikasi tersebut. Komnas HAM tetap pada keputusannya. Menolak aplikasi tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setara Institute juga memprotes keberadaan aplikasi itu. Direktur Setara Institute Halili mengatakan aplikasi Pakem kurang tepat diluncurkan. Keberadaan aplikasi, kata Halili, berpotensi memfasilitasi kelompok intoleran dan menciptakan pembelahan konfliktual di tengah masyarakat.
 
"Aplikasi tersebut akan semakin memperbesar ruang viktimisasi atas minoritas, baik oleh aparat negara maupun aktor-aktor non negara," kata Halili.
 
Baca: Aplikasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Diyakini Mencegah Persekusi
 
Peneliti Setara Institute, Bonar Tigor juga senada. Ia menilai keberadaan aplikasi Pakem sebagai bentuk intervensi negara terhadap kepercayaan yang ada di tengah masyarakat.
 
"Negara tidak bisa menentukan dan mengintervensi mana agama atau kepercayaan yang sesat dan menyimpang," ujarnya.
 
Penolakan juga datang dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kedua lembaga itu menilai program pengawasan dengan model aplikasi tak bisa diterapkan.
 
Aplikasi berpotensi menimbulkan intoleransi. Sebab, ada fitur aduan yang potensial menimbulkan persekusi di tengah masyarakat.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif