Ketua DPR Bambang Soesatyo saat menerima  Parlemen Remaja 2018, di Ruang Kerja Ketua DPR RI, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Kamis, 15 Agustus 2019. (Foto: Dok. DPR)
Ketua DPR Bambang Soesatyo saat menerima Parlemen Remaja 2018, di Ruang Kerja Ketua DPR RI, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Kamis, 15 Agustus 2019. (Foto: Dok. DPR)

Ketua DPR Dorong Remaja Kenal Politik

Nasional berita dpr
Gervin Nathaniel Purba • 15 Agustus 2019 22:06
Jakarta: Ketua DPR Bambang Soesatyo ingin kegiatan Parlemen Remaja rutin dilaksanakan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan minat terhadap politik pada kalangan remaja.
 
Hal itu ia ungkapkan saat menerima kedatangan peserta terbaik Parlemen Remaja 2018, di Ruang Kerja Ketua DPR RI, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Kamis, 15 Agustus 2019.
 
Lima Peserta Terbaik Parlemen Remaja 2018 yang hadir ialah Firda Izzain Baliyati (SMAN 1 Lombok, Nusa Tenggara Barat), Fina Leonita (SMAN 5 Kota Bengkulu), Akhlaqul Imam (SMAN 2 Payakumbuh, Sumatera Barat), Tegar Abdillah Ramadhan (SMAN 2 Rejang Lebong, Bengkulu), dan Rahmat Akbar (SMAN 2 Payakumbuh, Sumatera Barat).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bamsoet, biasa dia disapa, terkesan dengan ungkapan dari para peserta terkait dampak positif Parlemen Remaja terhadap mereka. Selain bisa mengetahui tentang perkembangan demokrasi dan politik Indonesia, mereka juga bisa bertemu banyak tokoh bangsa dalam kegiatan visit ke berbagai instansi kementerian dan lembaga negara.
 
Menurut Bamsoet, dengan rutinya kegiatan Parlemen Remaja, hal ini dapat meningkatkan kualitas dan juga inovasi yang berbeda. Sehingga, para peserta bisa lebih banyak lagi mendapatkan berbagai aneka pengalaman dan pengetahuan.
 
"Saat saya muda, sangat sulit sekali bisa mengembangkan diri melalui kegiatan-kegiatan positif seperti ini. Inilah salah satu berkah demokrasi yang perlu disyukuri remaja Indonesia. Di tangan kalian, masa depan demokrasi dan bangsa Indonesia dipertaruhkan. Berbagai ilmu dan pengalaman yang telah didapat silakan diserap dan dijadikan bekal bagi kalian menghadapi masa depan," ujar Bamsoet.
 
Dia meyakini, remaja Indonesia tidak kalah hebat dengan remaja dunia lainnya. Kuncinya, sejak dini para remaja harus mau menempa diri bukan hanya dari segi keilmuan di lembaga pendidikan dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi saja. Melainkan juga dari kegiatan berorganisasi.
 
"Dengan aktif di berbagai kegiatan dan organisasi, kalian bisa mengasah kecerdasan sosial dan emosional, melengkapi kecerdasan intelektual, dan spiritual yang diajarkan di berbagai lembaga pendidikan, sehingga kelak tak mudah menyerah dan putus asa. Bisa jadi kegagalan di satu hal malah akan mendatangkan berkah. Contohnya saya, tadinya hanya terpikir menjadi ketua fraksi saja, malah menjadi ketua DPR RI," ujarnya.
 
Ketua DPR Dorong Remaja Kenal Politik
(Foto: Dok. DPR)
 
Bamsoet juga bersyukur karena siswa-siswi peserta Parlemen Remaja 2018 bisa melanjutkan ke pendidikan tinggi favorit mereka. Mereka bisa memperdalam ilmu pengetahuan sesuai pilihan bidangnya masing-masing.
 
"Alhamdulillah, Firda Izzain Baliyati asal NTB diterima masuk Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Sedangkan Fina Leonita dari Bengkulu diterima di Jurusan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Begitupun dengan para peserta lainnya yang tersebar ke berbagai universitas pilihan mereka," kata Bamsoet.
 
Bamsoet berpesan, setelah masuk perguruan tinggi jangan lelah untuk terus mengasah kemampuan berorganisasi, sebagaimana yang telah didapatkan dalam kegiatan Parlemen Remaja. Dengan aktif di organisasi dalam ataupun luar kampus, para mahasiswa bukan hanya bisa menjalin persahabatan dengan sahabat satu jurusan, satu fakultas ataupun satu universitas saja. Melainkan juga bisa membangun jaringan persahabatan dengan kawan-kawan mahasiswa dari berbagai kampus lainnya.
 
"Jaringan inilah yang kelak akan sangat membantu kalian di masa depan. Karena terkadang cerdas secara intelektual saja tidak cukup, melainkan juga harus punya jaringan yang kuat. Apalagi tantangan yang dihadapi kalian di masa depan sangat berat. Dunia membutuhkan SDM yang mampu berkolaborasi, bukan SDM yang hanya bisa bekerja sendiri," ucapnya.

 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif