Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan,--Foto: MI/Galih Pradipta
Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan,--Foto: MI/Galih Pradipta

Luhut: Rencana Pembelian Helikopter Presiden Masih Dikaji

Nasional helikopter
Antara • 29 November 2015 16:37
medcom.id, Jakarta: Rencana pembelian Helikopter Kepresiden jenis Agusta Westland AW101 buatan Italia terus menuai kritik. Meski demikian, Menko Polhukam Luhut Pandjaitan mengatakan, pemerintah masih mengkaji rencana pembelian helikopter presiden tersebut.
 
"Kita, saya tidak mau berspekulasi tapi kita akan lihat helikopter presiden perlu diganti atau tidak," ujar Luhut Pandjaitan usai mengantar keberangkatan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana menuju Prancis di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Minggu (29/11/2015).
 
Luhut mengatakan pembahasan mengenai hal tersebut menunggu kepulangan Presiden dari Paris menghadiri KTT Perubahan Iklim, awal pekan depan. Presiden direncanakan kembali ke Jakarta pada Rabu pekan depan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


KTT Perubahan Iklim atau yang dikenal dengan "United Nations Framework of Climate Change (UNFCC) annual Conference of Parties" (COP) ke-21 akan berlangsung di Paris. COP21 ini memiliki arti penting karena salah satunya membicarakan mengenai tindaklanjut setelah berakhirnya protokol Kyoto.
 
Luhut: Rencana Pembelian Helikopter Presiden Masih Dikaji
Helikopter Agusta Westland,--Foto: Dokumentasi/Agusta Westland
 
Sementara Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin meniali jika pemerintah ngotot membeli helikopter AW101 akan menabrak Undang-undang tentang Industri Pertahanan. "Ketika pemerintah membelinya dengan uang rakyat, maka pemerintah harus taat pada UU yang ada, dalam hal ini UU Nomor 16 tahun 2012 tentang Industri Pertahanan," kata Hasanuddin dalam keterangan tertulisnya, Sabtu 28 November 2015.
 
Mantan Sekretaris Militer Kepresidenan periode 2001-2005 itu mengatakan, pembelian alat utama itu tak bisa dibenarkan. Sebab, PT Dirgantara Indonesia sudah mampu membuatnya. Bahkan produk Dirgantara ini sudah dipakai sejak era Presiden Suharto hingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
 

(MBM)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif