Presiden Joko Widodo dan Staf khusus milenial. Medcom.id
Presiden Joko Widodo dan Staf khusus milenial. Medcom.id

Stafsus Milenial Dinilai Sedikit Kerja Banyak Kontroversi

Nasional Kabinet Jokowi-Maruf
Anggi Tondi Martaon • 23 April 2020 15:52
Jakarta: Staf khusus (stafsus) Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari kalangan milenial dianggap minim kinerja. Mereka justru membuat ulah dengan berbagai kontroversi.
 
"Semenjak diangkat, tak kelihatan sama sekali (kinerja). Justru yang terlihat kontroversinya. Ini yang berbahaya," kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin kepada Medcom.id, Kamis, 23 April 2020.
 
Dia menuturkan hal itu terlihat dari beberapa polemik yang menjadi sorotan beberapa waktu belakangan. Misalnya, polemik yang menyeret Andi Taufan Garuda Putra dan Belva Devara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Lalu, juga ada Billy Mambrasar yang mengambil proyek UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) lalu ditolak. Banyak lagi yang tidak saya sebutkan," ungkap dia.
 
Ujang menilai kelompok anak muda yang diangkat menjadi stafsus memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan pribadi. Dia menegaskan hal itu tidak diperbolehkan.
 
"Ini tidak boleh dan sangat vulgar. Dan ini baru terjadi pada pemerintahan saat ini," sebut dia.
 
(Baca: Jokowi Paham Alasan Belva Devara Mengundurkan Diri)
 
Dia tak mempermasalahkan langkah Jokowi mengangkat anak muda berprestasi menjadi stafsus. Namun, mereka mestinya menjaga integritas.
 
"Bagaimana agar ada kontribusinya terhadap bangsa dan negara ini baik dibayar atau tidak dibayar untuk kepentingan masyarakat dan negara. Ini kan tidak, kebalikannya menggunakan perusahaanya mengambil proyek pemerintah," kata dia.
 
Dia mendesak Jokowi mengevaluasi stafsus milenial. Mereka mesti dipecat bila ditemukan indikasi memanfaatkan jabatan.
 
"Kalau mau halusnya sebaiknya mundur atau pecat saja," ujar dia.
 
Sebelumnya, Belva Devara memutuskan mundur sebagai staf khusus presiden. Dia mundur usai ribut-ribut polemik Ruang Guru yang menjadi mitra pelatihan program Kartu Prakerja. Belva merupakan CEO Ruang Guru.
 
Andi Taufan Garuda Putra juga sempat bermasalah. Dia menggunakan jabatannya sebagai staf khusus presiden untuk menyurati para camat di wilayah Jawa, Sulawesi, dan Sumatra agar mau berkerja sama dengan PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) terkait penanganan virus korona (covid-19). Andi Taufan diketahui memimpin perusahaan itu.
 

(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif