Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

WNI di AS Tolak Rencana Pemulangan Eks ISIS

Nasional isis WNI Gabung ISIS
Yogi Bayu Aji • 07 Februari 2020 21:00
Jakarta: Masyarakat Indonesia di Amerika Serikat (AS) yang tergabung dalam gerakan Amerika Bersatu (AB1) mendukung Presiden Joko Widodo menolak rencana pemulangan bekas pendukung Negara Islam (ISIS). Eks pendukung kelompok radikal itu dianggap sudah mengkhianati Tanah Air.
 
“Membakar paspor berarti sudah tidak mau menjadi WNI (warga negara Indonesia). Jadi jangan sebut dipulangkan atau memulangkan mereka, itu tidak relevan," kata Koordinator Amerika Bersatu dari Colorado, Andree Takaliuang, dalam keterangan tertulis, Jumat, 7 Februari 2020.
 
Koordinator Amerika Bersatu dari Portland, Oregon, Moses Rawar, menilai keberadaan eks pendukung ISIS justru kontraproduktif bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pemerintah pun diminta bijak dalam membahas masalah ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kembalinya mereka pasti akan menyebabkan keresahan dan mengganggu keamanan," jelas Moses yang juga menjadi ketua Persatuan Mahasiswa Indonesia (Permias) di Oregon.
 
Mantan marinir TNI yang tinggal di Carolinas, AS, Robbynson Suy, mengingatkan Indonesia masih dihantui aksi terorisme. Dia menyebut bom di Bali, Samarinda, hingga Kampung Melayu, telah merenggut banyak korban.
 
Kedatangan eks pendukung ISIS ke Indonesia dianggap hanya menambah masalah. Mereka bisa memperkeruh suasana.
 
“Anak cucu yang sudah menjiwai idealisme ISIS adalah bahaya bagi masyarakat yang rukun damai ber-Pancasila," tegas Robbynson.
 
WNI di AS Tolak Rencana Pemulangan Eks ISIS
WNI di AS yang tergabung dalam Amerika Bersatu. Foto: Istimewa
 
WNI eks pendukung ISIS dinilai harus menerima konsekuensi masuk ke negara konflik. Pemerintah diminta menengok sikap Inggris yang mencabut kewarganegaraan pendukung ISIS, Shamima Begum.
 
"Jangan korbankan ratusan juta orang Indonesia yang lain yang sedang berusaha melawan radikalisme dan intoleransi dengan datangnya mereka yang berpotensi untuk menyuburkan isu-isu tersebut,” kata Koordinator Amerika Bersatu dari Honolulu, Hawaii, Lusy Van Dyke.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif