NEWSTICKER
Ilustrasi. Medcom.id.
Ilustrasi. Medcom.id.

NasDem Ingin Memaksimalkan Sistem Presidensial

Nasional Partai NasDem
Anggi Tondi Martaon • 05 Februari 2020 11:09
Jakarta: Sekretaris Fraksi NasDem Saan Mustopa menyatakan partai di Indonesia terlalu banyak. Situasi ini dinilai berpengaruh terhadap sistem presidensial.
 
"Kalau banyak partai itu berpengaruh pada sistem pemerintahan kita yang presidensial," kata Saan kepada Medcom.id, Rabu, 5 Februari 2020.
 
Wakil Ketua Komisi II itu menjelaskan sistem presidensial bisa tidak efektif bila terlalu banyak partai politik. Hal itu yang membuat NasDem ingin ada penyaringan partai secara alamiah lewat penaikan ambang batas parlemen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena tidak ditopang jumlah partai yang sederhana, sehingga proses negoisasi, proses konsolidasi dan sebagainya itu menjadi lebih dinamis dan rumit," ungkap dia.
 
Sistem presidensial dinilai lebih efektif jika jumlah partai di parlemen lebih ramping. Dengan begitu, berbagai kebijakan yang direncanakan atau dijalankan oleh pemerintah lebih mudah dieksekusi.
 
"Jadi tidak ada pergolakan untuk mengambil keputusan jadi mudah diambil, cepat dan sebagainya," ujar dia.
 
NasDem Ingin Memaksimalkan Sistem Presidensial
Sekretaris Fraksi NasDem Saan Mustopa. Foto: Medcom/Siti Yona Hukmana
 
Revisi Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2020. Salah satu poin yang akan dibahas terkait wacana penaikan ambang batas parlemen dari saat ini yang sebesar 4 persen.
 
NasDem ingin ambang batas parlemen menjadi 7 persen, sedangkan PKS dan PDIP 5 persen. Golkar mau 7,5 persen, dan PPP cuma 4,5 persen. Sementara, Gerindra dan PKB belum mau buka suara berapa ambang batas parlemen yang akan diajukan.
 
Partai baru dan kecil berteriak dengan wacana ini. Contohnya, Hanura. Partai besutan Oesman Sapta Odang itu menilai wacana penaikan ambang batas parlemen sebagai bentuk keegoisan partai besar.
 
"Partai besar jangan arogan dong mentang-mentang masuk Senayan," kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura Inas Nasrullah di Jakarta, Selasa, 14 Januari 2020.
 
Partai Berkarya juga serupa. Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso menilai wacana penaikan ambang batas parlemen akan memberatkan parpol baru dan kecil.
 
"Jujur, saya dulu kan termasuk dari partai besar. Saya ingin memberi tahu, memang biasanya tabiat-tabiat politik yang muncul di Parlemen utamanya dari partai-partai besar ialah ingin sehebat-hebatnya mempertahankan kekuasaan yang didekap dalam dadanya. Meskipun itu sah, kami prihatin," kata Priyo.
 

 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif