Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Deddy Yevri Hanteru Sitorus.
Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Deddy Yevri Hanteru Sitorus.

Skandal Ekspor Minyak Sawit, Diduga Melibatkan Banyak Pihak

Nasional Kejaksaan Agung Mafia Minyak Goreng Korupsi Minyak Goreng
Medcom • 20 April 2022 17:30
Jakarta: Skandal pemufakatan jahat kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak sawit (CPO) dan produk turunannya diduga tidak hanya melibatkan 3 perusahaan dan seorang pejabat Kementerian Perdagangan. Hampir pasti perusahaan besar lain juga melakukan penyimpangan yang sama.
 
“Langkah Kejaksaan Agung sudah benar, langsung menetapkan status tersangka kepada pihak-pihak yang terlibat," kata Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Deddy Yevri Hanteru Sitorus, Rabu, 20 April 2022.
 
Dia menyebut persekongkolan itu merugikan negara dan rakyat. Hal itu membangun spekulasi publik bahwa permufakatan jahat itu melibatkan banyak pihak. Bukan hanya para operator, tetapi juga para pengambil keputusan di atas mereka. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Tentu harus dibuktikan berdasarkan alat bukti yang memadai, baik bersifat dokumen, fakta maupun keterangan para tersangka dan hasil pengembangan perkara. Jadi mari kita tunggu dan awasi bagaimana proses hukum dari peristiwa ini,” kata Deddy.
 
Dirinya berharap Kejaksaan Agung serius menangani perkara ini. Termasuk kemungkinan terlibatnya perusahaan-perusahaan lain di luar 3 perusahaan yang dugaannya sudah ditemukan. “Karena tidak mungkin minyak goreng langka hanya karena tiga perusahaan tersebut. Hampir pasti perusahaan besar yang lain juga melakukan penyimpangan yang sama,” kata Deddy.
 
Deddy ragu persekongkolan rersebut hanya melibatkan institusi Kementerian Perdagangan. Tetapi juga melibatkan institusi lain yang berkaitan dengan proses-proses tindak kejahatan tersebut.
 
“Secara pribadi dan sebagai Anggota Komisi 6 DPR RI, saya merasa sangat kecewa dan mengutuk keras kejahatan ini. Tindakan mereka sangat merusak kewibawaan pemerintah dan merugikan seluruh rakyat Indonesia,” kata Deddy.
 
“Oleh karena itu penegakan hukum harus dilakukan secara serius, tegas dan konsisten serta tidak pandang bulu. Siapapun yang terlibat harus disikat agar menjadi pembelajaran dan menimbulkan efek jera di masa depan,” pungkasnya.
 
Kejaksaan Agung telah menetapkan empat orang tersangka dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian fasilitas ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan turunannya. Mereka adalah Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri pada Kementerian Perdagangan berinisial IWW.
 
Tiga tersangka lainnya yaitu Senior Manager Corporate Permata Hijau berinisial SMA, Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia dengan inisial MPT, dan General Manager PT Musim Mas berinisial PT.
 
(FZN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif