Presiden Joko Widodo/Biro Pers Sekretariat Presiden.
Presiden Joko Widodo/Biro Pers Sekretariat Presiden.

Jokowi Targetkan Penurunan Impor Alutsisa

Nasional Jokowi alutsista tni pertahanan negara industri pertahanan Militer Indonesia Defend Id
Andhika Prasetyo • 20 April 2022 16:33
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) memasang target usai penggabungan badan usaha milik negara (BUMN) industri pertahanan menjadi Defense Industry Indonesia (Defend ID). Kepala Negara ingin impor alat utama sistem pertahanan atau alutsista dikurangi.
 
"Ini goal-nya ke sana. Turunkan impor alat pertahanan dan keamanan kita," ujar Jokowi dalam peresmian Defend ID di Surabaya, Jawa Timur, Rabu, 20 April 2022.
 
Jokowi mendorong perusahaan gabungan itu memproduksi alat pertahanan dan keamanan Indonesia mandiri. Sehingga, kebutuhan di dalam negeri bisa dipenuhi tanpa harus mengimpor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebagai langkah awal, Presiden ingin produksi Defend ID menggunakan lebih banyak tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Saat ini, TKDN industri pertahanan baru menyentuh 41 persen.
 
Baca: Holding BUMN Pertahanan Dibentuk, Ini Harapan Jokowi
 
"Harus bisa naik dan nanti pada akhirnya mencapai 100 persen," ucap Jokowi.
 
Defend ID, kata Jokowi, harus bisa bergerak lincah dan jeli melihat peluang-peluang yang ada. Inovasi dan terobosan wajib dijalankan demi meningkatkan daya saing dan menjadikan produksi Defend ID bagian dari rantai pasok global.
 
"Kita harus menguasai teknologi. Kalau perlu, bangun kerja sama global seluas-luasnya agar pasar kita lebih besar. Siapa saja yang mau transfer teknologi, ajak semua. Tapi tetap mayoritas harus kita pegang," kata Jokowi.
 
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meyakini seluruh arahan Presiden Jokowi bisa dilaksanakan Defend ID. Dia mendorong holding BUMN industri pertahanan meningkatkan TKDN menjadi 50 persen.
 
Tidak hanya itu, perusahaan tersebut juga diproyeksikan masuk peringkat 50 besar dunia dalam bidang industri pertahanan pada 2024. "Defend ID diharapkan menjadi solusi memperkuat dan mempercepat kemandirian industri pertahanan Indonesia utamanya dalam hal pemenuhan kebutuhan alutsista," kata Prabowo.
 
Defend ID terdiri atas lima BUMN yaitu PT LEN Industri, PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia, serta PT Dahana.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif