Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Kerusuhan Demo UU Ciptaker untuk Coreng Citra Pemerintah

Nasional Omnibus Law Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja
Kautsar Widya Prabowo • 18 Oktober 2020 17:46
Jakarta: Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno menyebut kerusuhan demonstrasi menolak Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) merupakan strategi mencoreng citra pemerintah. Ada pihak yang ingin demo berujung ricuh pada 8 Oktober itu menjadi konsumsi masyarakat luas.
 
"Jadi diciptakan satu gimmick ada bentrokan, ada bom molotov, ada goyang-goyang pagar, dan vandalisme sehingga aksi protes ini menjadi viral," ujar Adi dalam program Crosschek Medcom.id, bertajuk Dalang Rusuh Demo Buruh, siapa? melalui telekonferensi, Minggu, 18 Oktober 2020.
 
Baca:Prabowo: Demo UU Cipta Kerja Dimanfaatkan Pihak Asing

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan pihak di balik kerusuhan itu menginginkan seluruh negara ikut merespons kondisi terkini di Indonesia. Adi menyakini strategi tersebut dapat mencoreng nama baik Indonesia, terutama terkait UU Ciptaker.
 
"Kalau sudah ada bom molotov ini pasti isunya dianggap extraordinary bukan isu yang biasa-biasa saja," jelasnya.
 
Selain itu, Adi menilai kericuhan beberapa waktu lalu bertujuan mendelegitimasi pemerintah Indonesia. Sehingga dianggap tidak mampu mengendalikan kondisi politik, hukum, dan keamanan.
 
Adi juga mengkritik penyampaian aspirasi dalam unjuk rasa itu. Menurut dia, demonstrasi minim orasi untuk menyampaikan pendapat dan mengkritisi omnibus law.
 
"Masa iya ribuan orang tapi tidak ada satupun yang ngomong. Ini kan soal strategi gerakan massa aja sebenarnya," kata dia.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif