Ketum PPP tak Yakin dengan Wacana Kalla-AHY

Dheri Agriesta 04 Juli 2018 00:53 WIB
pilpres 2019
Ketum PPP tak Yakin dengan Wacana Kalla-AHY
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy. (Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Jakarta: Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy sangsi dengan wacana mengawinkan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Pria yang akrab disapa Romi itu menilai Demokrat tak akan memiliki koalisi yang cukup untuk mengusung pasangan itu.

"Wacana yang dikembangkan Demokrat sama sekali tidak memiliki prospek untuk 2019 mendatang," kata Romi di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa, 3 Juli 2018.

Romi menjelaskan, partai politik memiliki peran penting dalam pengusungan calon presiden dan wakil presiden. Partai Golkar, PDI Perjuangan, Partai Hanura, Partai NasDem, PPP, dan PSI telah menyatakan dukungan terhadap Presiden Joko Widodo.


Sementara, Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah menyatakan dukungan terhadap Prabowo Subianto. Sehingga, tersisa tiga partai politik yang berada di luar dua koalisi itu.

Baca: Poros JK - AHY Diragukan

Tiga partai itu adalah Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, dan Partai Kebangkitan Bangsa. Romi sangsi tiga partai itu akan membuat poros ketiga.

"Sejauh ini saya belum menerima sinyal bahwa ketiga partai itu akan bergabung dalam satu koalisi," kata Romi.

Selain itu, Romi mengaku sering bertemu dengan Wapres Kalla. Tapi, dalam pertemuan itu tak sekali pun Kalla menyatakan ingin maju sebagai calon presiden.

"Semenjak bertemu Pak JK, saya belum pernah mendengar Pak JK berkeinginan menjadi calon presiden, belum pernah," tegas Romi.

Baca: Golkar Menghormati Sikap Politik Jusuf Kalla

Kabar menyandingkan JK dan Agus kembali mencuat usai pertemuan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Meski, kedua tokoh mengaku tak membahas politik saat pertemuan. Pertemuan itu merupakan silaturahmi dalam suasana Idulfitri.

Namun, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan berkata lain. Pertemuan antara JK dan SBY, kata dia, membahas kemungkinan koalisi dalam Pilpres 2019. Pertemuan juga membahas kemungkinan menyandingkan JK dan Agus. Hinca mengatakan skema JK dan AHY muncul dari suara kader di akar rumput. 



(JMS)