Pemerintah akan Meningkatkan Pembiayaan Usaha Mikro Ibu-ibu

03 Desember 2018 06:00 WIB
kesejahteraan
Pemerintah akan Meningkatkan Pembiayaan Usaha Mikro Ibu-ibu
Presiden Joko Widodo. Foto: ANT/Puspa Perwitasari
Jakarta: Pemerintah akan meningkatkan plafon pembiayaan usaha mikro dan kecil, terutama untuk ibu-ibu. Hal itu disampaikan langsung Presiden Joko Widodo saat bersilaturahmi dengan ibu-ibu nasabah PNM Mekaar di Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat.

"Saya melihat tadi, ada ibu-ibu yang ingin tidak hanya mendapat Rp2 juta atau Rp1 juta, tetapi ada yang ingin mendapat Rp5 juta atau Rp10 juta. Ini memerlukan sebuah modal yang lebih, sehingga pemerintah memang harus turun tangan ikut mengatasi ini, yaitu menyuntikkan lagi modal ke PNM, sehingga PNM dapat meningkatkan dan memperluas pembiayaannya untuk ibu-ibu" kata Jokowi seperti dilansir dari Antara, Minggu, 2 Desember 2018.

Jokowi menekankan pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, utamanya keluarga prasejahtera. Salah satunya melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang merupakan program pembiayaan dan pembinaan usaha dari BUMN, Permodalan Nasional Madani (PNM).


"Ini program Mekaar dari PNM sudah dimulai sejak akhir tahun 2015. Sekarang sudah memiliki nasabah 3,9 juta di seluruh Indonesia," kata dia.

Menurut Jokowi, program-program serupa ini sangat penting untuk kemandirian usaha-usaha mikro dan kecil. Juga, dapat berperan untuk mengurangi ketimpangan di masyarakat.

Jokowi mengaku sudah memerintahkan Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Dirut PNM Arif Mulyadi untuk mengembangkan sebesar-besaran di seluruh Tanah Air.

"Kalau memang perlu banyak ya kita tambah (jumlah pembiayaan). Ini penting sekali untuk kemandirian usaha-usaha kecil, mikro, dan supermikro. Yang paling penting dalam rangka (mengurangi) ketimpangan," ujar dia.

Lebih dari 150 nasabah PNM Mekaar yang telah menerima pembiayaan rata-rata lebih dari satu tahun berinteraksi langsung dengan Jokowi. Mereka pun menceritakan perihal usaha yang mereka geluti.

Jokowi pun mengapresiasi para ibu-ibu tersebut. Dia menilai para ibu-ibu itu  lebih disiplin, dipercaya, jujur, dan telaten dalam mengurus keuangan.

"Kenapa yang banyak diberikan adalah ibu-ibu? Karena ibu-ibu ini lebih disiplin, lebih bisa dipercaya, lebih jujur, lebih telaten untuk masalah keuangan," ungkapnya.

Program Mekaar dikhususkan untuk menyasar kepada kelompok-kelompok usaha mikro dan usaha kecil, dengan memberikan layanan pemberdayaan melalui pembiayaan berbasis kelompok. Tak hanya modal, para ibu-ibu prasejahtera secara berkelompok juga mendapat pembinaan dalam membuka dan mengembangkan usaha mereka.

Pembinaan dilakukan melalui pertemuan kelompok mingguan (PKM) yang dilaksanakan sekali dalam setiap minggu. "Tadi sudah disampaikan ada usaha nasi uduk, gorengan, pisang goreng, bubur, pisang keju, singkong, keripik, semuanya. Yang mikro-mikro seperti ini yang kita sasar dari program Mekaar ini," kata dia.

Melalui program Mekaar, masyarakat dapat memperoleh pembiayaan tanpa jaminan sebesar Rp2 juta hingga Rp5 juta yang diberikan secara bertahap. Hingga saat ini, nasabah PNM Mekaar telah mencapai 3,938 juta orang yang dilayani di 1.770 kantor cabang, yang melayani para nasabahnya di 4.006 kecamatan, 252 kabupaten/kotamadya, dan 30 provinsi di Indonesia.

Sementara khusus di wilayah Bogor, Jawa Barat, PNM Mekaar melayani sebanyak 136.623 nasabah yang terdiri atas 8.330 kelompok.





(AZF)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id