Dana Kelurahan Tekan Angka Kemiskinan Kota
Ilustrasi Kantor Kementerian Dalam Negeri. Foto: MI/Ramdani
Jakarta: Direktur Eksekutif Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Iwan Sulaiman Soelasno menyatakan dana kelurahan yang akan digelontorkan pemerintah tahun depan amat membantu. Dana itu disebut efektif menekan tingkat kemiskinan di perkotaan.

"Dana kelurahan adalah pelaksanaan dari Nawacita. Dalam rangka menekan angka kemiskinan perkotaan," kata Iwan melalui keterangan tertulis, Selasa, 23 Oktober 2018.

Munculnya usulan dana kelurahan, kata dia, juga tak tiba-tiba. Pembahasan dana kelurahan ini sudah sejak awal 2017. 


"Ketika itu ada aspirasi yang masuk ke DPD (Dewan Perwakilan Daerah), kemudian dibahas bersama Mendagri. Bahkan, rancangan PP-nya (peraturan pemerintah) sudah ada saat itu," dia menjelaskan. 

Jika terealisasi, Ketua Bidang Kerja Sama Antar Lembaga Badan Pengurus Nasional Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat ini yakin disparitas kemiskinan antara desa dengan kota akan menipis. 

Apalagi dana desa pada 2019 juga meningkat menjadi Rp70 triliun. Dengan dana sebesar itu, ia yakin setiap desa bakal memperoleh dana berkisar Rp930 juta hingga Rp1 miliar. 

"Dana desa ini harus dimanfaatkan untuk menyejahterakan masyarakat desa," kata dia mengutip Amanah UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Iwan menambahkan pembinaan dan pengawasan Dana Desa 2019 harus diperketat agar tidak disalahgunakan. "Mendagri harus memperkuat sistem pengawasan internal, termasuk pengawasan atas pelaksanaan dana desa," katanya. 

Iwan juga menyambut baik kebijakan Jokowi terkait dana operasional sebesar lima persen yang akan diambil dari dana desa. Menurutnya, dalam empat tahun belakangan ini pencairan penghasilan tetap (siltap) dan dana operasional perangkat desa yang dialokasikan dari Alokasi Dana Desa (ADD) masih tak menentu. Bahkan sering kali mengalami keterlambatan. 

"Jokowi sudah memberikan solusi terbaik untuk peningkatan kinerja pemerintah desa", kata Iwan. 






(UWA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id