Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Foto: AFP/Adek Berry
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Foto: AFP/Adek Berry

Prabowo Perlu Mewaspadai Potensi Ancaman Pertahanan Baru

Nasional kabinet jokowi-jk
Faisal Abdalla • 25 Oktober 2019 18:47
Jakarta: Pengamat Militer dan Pertahanan Universitas Padjadjaran, Muradi menyarankan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mempelajari ancaman-ancaman jenis baru. Ancaman pertahanan saat ini berbeda pada era Prabowo masih aktif di militer.
 
"Pak Prabowo karena dia relatif angkatan yang hidup di zaman perang dingin, pendekatanya masih pendekatan-pendekatan lama seperti komunisme, PKI dan sebagainya," kata Muradi kepada Medcom.id, Jumat, 25 Oktober 2019.
 
Muradi menyebut ancaman pertahanan saat ini sudah meliputi ancaman perang proxy dan siber. Prabowo diminta mempelajari ancaman-ancaman tersebut agar lebih efektif dalam memimpin Kemenhan untuk lima tahun ke depan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, Muradi tak meragukan latar belakang Prabowo di dunia militer. Terlepas dari kekuranganya, dia meminta semua pihak menghormati keputusan Presiden Joko Widodo yang telah mempercayakan pos Kementerian Pertahanan kepada mantan Danjen Kopassus tersebut.
 
"Kita tak bisa lagi mengotak-atik (penunjukan Prabowo) karena ini hak prerogatif presiden. tapi karena sudah ditunjuk, maka diskusinya apa yang kira-kira bisa dimaksimalkan (oleh Prabowo)," ujarnya.
 
Muradi juga menyambut positif penunjukan Sakti Wahyu Trenggono sebagai Wakil Menteri Pertahanan mendampingi Prabowo. Menurutnya, pengalaman Trenggono di dunia bisnis bisa menjadi modal untuk megembangkan industri pertahanan nasional.
 
"Pak Prabowo memang butuh orang yang bisa menjembatani pemahaman Pak Jokowi untuk memahami betul potensi-potensi masalah dan upaya menanganinya. Untungnya sekarang ada Wamenhan, sebelumnya pak Ryamizard (Menhan periode sebelumnya) tidak ada Wamenhan, itu jadi masalah sendiri," ujarnya.
 
Presiden Joko Widodo melantik 12 wakil menteri Kabinet Indonesia Maju. Mereka dikukuhkan di Istana Negara, Jakarta.
 
Pelantikan ke-12 wakil menteri berdasarkan Surat Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 72/M/Tahun 2019 tentang Pengangkatan Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju Periode 2019-2024. Seusai membacakan keppres, Jokowi memandu para wakil menteri untuk mengambil sumpah jabatan di bawah kitab suci.

 

(WHS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif