Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Ma'ruf Amin berfoto dengan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka, Jakarta. Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Ma'ruf Amin berfoto dengan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka, Jakarta. Foto: Antara/Puspa Perwitasari

Dubes Indonesia untuk AS Jadi Wamenlu

Nasional kabinet jokowi-jk
Damar Iradat • 25 Oktober 2019 10:48
Jakarta: Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Amerika Serikat (AS) Mahendra Siregar mengaku ditunjuk sebagai wakil menteri luar negeri (wamenlu). Ia akan membantu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk lima tahun ke depan.
 
Kepastian itu didapat setelah eks Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) itu memenuhi panggilan Presiden Joko Widodo pagi ini. Dalam pertemuan itu, Jokowi memberi arahan mengenai masalah luar negeri.
 
"Dalam kaitan itu beliau menggarisbawahi antara lain tingkatkan kualitas promosi investasi perdagangan dan juga cara kita melihat kondisi global yang tidak mudah," kata Mahendra di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 25 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, Jokowi memberikan mandat kepadanya untuk bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Presiden ingin investasi di Indonesia bisa bergerakcepat, tidak terjerat birokrasi.
 
Kepala Negara, kata dia, juga meminta dirinya mengamankan keberlanjutan industri sawit Indonesia di dunia internasional. Pasalnya, Jokowi menilai industri sawit penting. "Taruhannya besar, ekspor lebih USD25 miliar," ungkap dia.
 
Terakhir, Jokowi juga meminta Mahendra memosisikan Indonesia sebagai pasar besar untuk menarik keuntungan. Hal ini menjadi harus fokus utama di samping terus menjaga hubungan dengan negara sahabat.
 
Jokowi pun memberikan waktu satu tahun untuk melihat kinerja Mahendra dalam menjalankan tugas ini di Kabinet Indonesia Maju. Dia terancam dicopot bila pekerjaannya jauh dari target.
 
"Kalau tidak (Presiden Jokowi) mencari pengganti," ujar Kepala BKPM 2013-2014 itu.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif