Sidang paripurna RUU Pilkada Ricuh (Foto: MTVN/Achmad Zulfikar Fazli)
Sidang paripurna RUU Pilkada Ricuh (Foto: MTVN/Achmad Zulfikar Fazli)

Ricuh, Meja Pimpinan Sidang Dibanjiri Anggota Dewan

Achmad Zulfikar Fazli • 26 September 2014 00:29
medcom.id Jakarta: Sidang Paripurna Rancangan Undang-undang (RUU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) berjalan ricuh. Kericuhan diawali karena tidak ada titik temu mengenai pembahasan opsi yang ditawarkan oleh Partai Demokrat tentang pilkada langsung dengan 10 syarat.

 

Tidak kunjung mendapatkan titik temu Pimpinan Rapat Paripurna Priyo Budi Santoso memutuskan mengembalikan kepada pilihan dua opsi awal pilkada langsung atau dipilih melalui DPRD.

 

Priyo mengatakan opsi yang disampaikan oleh Partai Demokrat tidak seharusnya dibahas dalam rapat paripurna, karena sudah dibicarakan dalam forum lobi.

 

"Kita tetapkan dua opsi, Pilkada langsung atau Pilkada dipilih DPRD," kata Priyo sembari mengetuk palu.

 

Tindakan itu direspon oleh politisi PDIP, Arya Bimo, ia pun melakukan protes karena tidak terima dengan tindakan tersebut. "Saya minta dicabut dulu ketua!" teriak ia.

 

Sebagian anggota dewan meminta agar sidang dilanjutkan karena palu telah diketok. "Lanjut saja, sudah diketok!" teriak anggota dewan lainnya.

 

Beberapa anggota dewan pun mulai merangsek kedepan ruangan sidang agar pimpinan mencabut ketukan palu yang sudah diketok. Beberapa anggota Fraksi PDIP menunjuk-nunjuk agar pimpinan mencabut palu yang telah diketok. Situasi sempat ricuh karena banyak anggota dewan yang membanjiri meja pimpinan sidang.

 

"Sidang saya skors!" kata Priyo menetralisir suasana.


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ALB)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>