medcom.id, Nusa Dua: Kericuhan yang disertai bentrok fisik mulai mewarnai Kongres IV PAN, di Nusa Dua, Bali, Minggu (1/3/2015). Kericuhan terjadi ketika Kongres PAN sedang membahas tata tertib persidangan. Satu orang menjadi korban terkena lemparan kursi.
Ketua DPD Tanah Karo, Sumatera Utara, M Rafi Ginting mengatakan, kejadian tersebut berlangsung begitu cepat hingga dirinya tak mampu mengelak dari lemparan kursi. “Setelah registrasi, ada seremoni penyerahan palu. Kemudian ada yang saling interupsi. Posisi saya dekat dengan arena mic,” Kata Rafi.
Rafi mengaku langsung tumbang saat kepalanya terkena lemparan kursi. "Pada saat hujan interupsi, ada dua kubu saling berebut mic. Saya sudah tiga hari kurang sehat, jadi hanya duduk lihat orang-orang berebut mic, ada dorong mendorong setelah lihat dari dekat ternyata kursi berterbangan sampai 10 kursi," ujarnya.
Rafi mengungkapkan, lemparan yang mengenai dirinya berasal dari kubu pendukung Hatta Rajasa wilayah Palembang dan Papua. Namun dia tidak menyimpan dendam dengan pelaku. "Saya sangat jelas melihat asal lemparan, bentuk baju saya tahu. Tapi saya tidak bisa mengindentifikasi muka pelaku secara detail. Ada dua provinsi yang duduk disana, yakni Palembang dan Papua,” katanya.
Menurutnya, panitia penyelenggara tidak siap mengantisipasi kejadian itu, seharusnya penitia melakukan penyisiran secara menyeluruh siapa saja yang boleh dan tidak boleh memasuki ruang sidang.
medcom.id, Nusa Dua: Kericuhan yang disertai bentrok fisik mulai mewarnai Kongres IV PAN, di Nusa Dua, Bali, Minggu (1/3/2015). Kericuhan terjadi ketika Kongres PAN sedang membahas tata tertib persidangan. Satu orang menjadi korban terkena lemparan kursi.
Ketua DPD Tanah Karo, Sumatera Utara, M Rafi Ginting mengatakan, kejadian tersebut berlangsung begitu cepat hingga dirinya tak mampu mengelak dari lemparan kursi. “Setelah registrasi, ada seremoni penyerahan palu. Kemudian ada yang saling interupsi. Posisi saya dekat dengan arena mic,” Kata Rafi.
Rafi mengaku langsung tumbang saat kepalanya terkena lemparan kursi. "Pada saat hujan interupsi, ada dua kubu saling berebut mic. Saya sudah tiga hari kurang sehat, jadi hanya duduk lihat orang-orang
berebut mic, ada dorong mendorong setelah lihat dari dekat ternyata kursi berterbangan sampai 10 kursi," ujarnya.
Rafi mengungkapkan, lemparan yang mengenai dirinya berasal dari kubu pendukung Hatta Rajasa wilayah Palembang dan Papua. Namun dia tidak menyimpan dendam dengan pelaku. "Saya sangat jelas melihat asal lemparan, bentuk baju saya tahu. Tapi saya tidak bisa mengindentifikasi muka pelaku secara detail. Ada dua provinsi yang duduk disana, yakni Palembang dan Papua,” katanya.
Menurutnya, panitia penyelenggara tidak siap mengantisipasi kejadian itu, seharusnya penitia melakukan penyisiran secara menyeluruh siapa saja yang boleh dan tidak boleh memasuki ruang sidang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)