HMI memberikan sapu dan bunga sebagai simbol menuntut mundurnya Saut Situmorang dari jabatan Wakil Ketua KPK--Metrotvnews.com/Achmad Zulfikar Fazli
HMI memberikan sapu dan bunga sebagai simbol menuntut mundurnya Saut Situmorang dari jabatan Wakil Ketua KPK--Metrotvnews.com/Achmad Zulfikar Fazli

Minta Saut Mundur, HMI Berikan Sapu & Bunga untuk KPK

Achmad Zulfikar Fazli • 10 Mei 2016 17:13
medcom.id, Jakarta: Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) meminta agar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mundur. Mereka menilai Saut tidak layak menjadi pimpinan KPK karena tidak beretika baik.
 
Hal ini mengacu kepada penyataan Saut yang mengaitkan HMI dengan kasus korupsi dalam sebuah acara di salah satu stasiun televisi swasta, pada 5 Mei 2016.
 
Organisasi mahasiswa ini pun memberikan sapu dan bunga sebagai simbol permintaan mereka agar mantan staf ahli kepala Badan Intilijen Negara itu mundur. Sapu dan bunga ini pun diterima langsung oleh perwakilan KPK.

"Hari ini kita mendukung KPK untuk membersihkan KPK dari orang-orang tidak beretika. Orang-orang berpikiran kotor, berkata kotor seperti Saut Situmorang," kata Ketua Umum PB HMI Mulyadi di Gedung KPK, Jalan H. R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (10/5/2016).
 
Menurut dia, permintaan mundur ini merupakan bentuk dukungannya kepada KPK dalam memberantas korupsi. Sebab, kata dia, HMI tidak ingin KPK dipimpin orang yang tidak beretika.
 
"KPK harus objektif. KPK harus profesional menjalankan tugas dan fungsinya sebagai komisi pemberantasan korupsi," tukas dia.
 
Minta Saut Mundur, HMI Berikan Sapu & Bunga untuk KPK
HMI memberikan sapu dan bunga sebagai simbol menuntut mundurnya Saut Situmorang dari jabatan Wakil Ketua KPK--Metrotvnews.com/Achmad Zulfikar Fazli
 
Terkait pelaporan Saut ke polisi, Mulyadi memastikan pelaporan itu masih terus berlanjut di berbagai daerah. Ia pun menegaskan, secara pribadi dirinya telah memaafkan Saut. Namun, tidak dapat serta merta hal itu dapat menyelesaikan masalah ini.
 
Pasalnya, menurut dia, pernyataan Saut itu telah menyinggung perasaan ratusan ribu kader dan sekian juta alumni yang pernah mengikuti LK 1. Karena itu, lanjut dia, HMI ingin proses hukum yang telah berjalan di kepolisian tetap berjalan. "Secara pribadi kita maafkan, secara hukum pak Saut silakan menempuh jalur hukum," ujar dia.
 
Ia pun berharap, kasus Saut ini bisa menjadi pelajaran bagi pejabat publik lainnya. Hal itu agar para pejabat publik dapat lebih menjaga ucapannya. "Ini peringatan keras bagi seluruh pejabat negara. Pejabat publik bahwa mereka harus menjaga lisannya, menjaga perbuatannya," tandas dia.
 
Kemarin, ratusan anggota HMI menggeruduk Gedung KPK. Imbasnya, jalur lambat di Jalan H.R. Rasuna Said yang mengarah ke Mampang, Jakarta Selatan, terpaksa ditutup.
 
Minta Saut Mundur, HMI Berikan Sapu & Bunga untuk KPK
Massa HMI terlibat bentrok dengan Polisi di depan Gedung KPK--Metrotvnews.com/Achmad Zulfikar Fazli
 
Aksi HMI di KPK sempat ricuh. Demonstran bentrok dengan polisi. Dua polisi terluka akibat lemparan batu. Sejumlah fasilitas di KPK pun ikut dirusak.
 
Saut juga telah melakukan meminta maaf kepada HMI. "Saya selaku pribadi, tidak bermaksud menyinggung HMI," ucap Saut.‎
 
PB HMI menerima permintaan maaf Saut Situmorang. Namun, hal itu tidak lantas membuat HMI mencabut laporan polisi.
 
Ketua Umum PB HMI Mulyadi mengatakan, Saut telanjur menyakiti perasaan keluarga besar HMI. Ia menyampaikan PB HMI sudah mengajukan somasi dengan memberi waktu 2 X 24 jam kepada Saut untuk menarik pernyataannya dan meminta maaf.
 
"Ketika HMI tidak melakukan aksi, apakah beliau akan menyampaikan permohonan maaf? Merasa bersalah? Silakan beliau minta maaf secara pribadi, secara emosional maafnya kami terima, tapi proses hukum jalan terus, tetap harus dipertanggungjawabkan di depan hukum," kata Mulyadi di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin 9 Mei.
 
PB HMI telah melaporkan Saut ke Badan Reserse Kriminal Polri dengan dugaan fitnah dan pencemaran nama baik. Laporan tersebut diterima dengan tanda bukti laporan bernomor: TBL/340/V/2016/BARESKRIM.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan