Direktur Informasi Polhukam Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Bambang Gunawan. Dok. Istimewa
Direktur Informasi Polhukam Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Bambang Gunawan. Dok. Istimewa

Perlindungan Perempuan di Papua Dinilai Masih Perlu Jadi Perhatian Khusus

Achmad Zulfikar Fazli • 01 Desember 2022 17:15
Jakarta: Kasus kekerasan terhadap perempuan masih terus terjadi, terutama di Tanah Papua. Upaya perlindungan terhadap perempuan harus terus ditingkatkan dengan beragam cara dan membutuhkan dukungan dari semua pihak. 
 
Hal itu disampaikan Direktur Informasi Polhukam Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Bambang Gunawan, dalam kegiatan kampanye upaya perlindungan terhadap perempuan Papua yang diinisiasi oleh Pengurus Pusat Ikatan Jurnalis Pelajar Nusantara (PP-IJPN). Kegiatan yang mengusung tema, Lindungi Perempuan, Pakai Noken Jaga Budaya ini berllangsung di Aula Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Papua, Manokwari, Papua Barat.
 
“Upaya pemenuhan dan perlindungan hak perempuan di Papua masih memerlukan perhatian khusus. Perempuan dalam konteks budaya Papua memiliki posisi yang sangat penting, karena berkorelasi dengan berbagai aspek dalam arena kehidupan,” kata Bambang di Manokwari, Papua, dilansir pada Kamis, 1 Desember 2022. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bambang mengungkapkan perlindungan terhadap perempuan tak terbatas pada bagaimana melindungi perempuan dari segala tindakan kekerasan. Tetapi, bagaimana meningkatkan program-program terkait pendidikan, budaya, dan pemberdayaan perempuan.
 
“Kampanye ini sebagai langkah nyata program perlindungan perempuan dari berbagai aspek yang perlu kita beri dukungan,” ujar dia.
 

Baca: Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Kota Tangerang Meningkat


Komunitas Suka Membaca Papua, Lamek Dowansiba, mengatakan pihaknya memiliki program untuk pendidikan dan pemberdayaan perempuan Papua. Salah satunya, melalui pendirian 38 rumah baca yang tersebar di kampung-kampung di Provinsi Papua Barat dan Papua.
 
“Setiap orang berhak mendapatkan pendidikan. Pendidikan terlepas dari kepentingan apapun, termasuk kepentingan politik,” ujar Lamek.
 
Sementara itu, Dosen Sastra Indonesia Fakultas Sastra dan Budaya UNIPA, Yafet Syufi, menjelaskan bahwa perempuan baginya sangat kuat dibandingkan dengan laki-laki. Hal ini bisa dilihat dari aktivitas yang dilakukan perempuan lebih banyak, ketimbang laki-laki.
 
“Saya lihat perempuan lebih kuat. Justru yang lemah adalah laki-laki. Ini merupakan sebuah fakta, sebab kebanyakan pekerjaan yang dilakukan oleh perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki. Sementara kesempatan perempuan untuk mengenyam Pendidikan lebih sedikit dibanding laki-laki,” jelas dia.
 
(AZF)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif