Jakarta: Calon wakil presiden Ma'ruf Amin prihatain Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief terjerat narkoba. Menurutnya, narkoba harus menjadi prioritas dan perlu langkah antisipatif yang lebih masif untuk mengatasinya.
"Sudah benar kalau kita menyatakan Indonesia darurat narkoba," kata Ma`ruf.
Ma`ruf ingin pencegahan dan pemberantasan narkoba lebih ditingkatkan. Sebab, bukan hanya anak muda yang menggunakan narkoba, bahkan tokoh politik mulai terkena jerat narkoba.
Terkait pandangan Waketum Partai Gerindra Arief Poyuono yang menyalahkan Jokowi atas peristiwa yang dialami Andi Arief, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini mengaku heran.
"Saya kira kalau ada yang ketangkep itu berarti sistem kita sudah baik dalam hal penanggulangan korupsi, maupun narkoba. Bukan justru menyalahkan Jokowi," kata Ma'ruf.
Wakil Presiden Jusuf Kalla sebelumnya menyebut, penangkapan yang dilakukan sebagai upaya pemerintah untuk pemberantasan narkoba. Menurut Jusuf Kalla persoalan itu adalah persoalan hukum, dan bukan kesalahan pemerintah.
"Tapi yang jelas dan tidak bisa dibantah Andi Arief ditangkap. Itu kan tinggal masalah hukum, jangan disalahin pemerintah," tutur Jusuf Kalla.
Sebelumnya, Andi Arief diduga ditangkap bersama dengan seorang perempuan. Anak buah Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono itu diduga baru menggunakan sabu.
Baca: Politikus Demokrat Andi Arief Positif Nyabu
Sesaat sebelum digerebek, Andi disebut sempat membuang barang bukti mirip bong ke kloset. Namun, barang bukti itu berhasil diamankan dengan menggunakan bantuan pihak hotel tempatnya menginap.
Di beberapa foto yang beredar, ruang hotel yang diduga menjadi tempat Andi Arief mengonsumsi narkoba, terlihat berantakan. Bungkus rokok tampak berserakan di atas meja. Ada juga beberapa botol air mineral dan dua gelas minuman yang masih penuh.
Sekotak kondom juga tergeletak berdekatan dengan korek gas, asbak, uang nominal Rp20 ribu. Ditemukan juga bekas tutup botol air mineral yang dimodifikasi mirip dengan bong atau alat pengisap sabu.
Di jepretan foto lain, Andi tampak tengah berada di dalam penjara mengenakan kaus berkerah abu-abu dipadu celana biru tua. Rambutnya terlihat berantakan. Dia menolak untuk dites urine.
Jakarta: Calon wakil presiden Ma'ruf Amin prihatain Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief terjerat narkoba. Menurutnya, narkoba harus menjadi prioritas dan perlu langkah antisipatif yang lebih masif untuk mengatasinya.
"Sudah benar kalau kita menyatakan Indonesia darurat narkoba," kata Ma`ruf.
Ma`ruf ingin pencegahan dan pemberantasan narkoba lebih ditingkatkan. Sebab, bukan hanya anak muda yang menggunakan narkoba, bahkan tokoh politik mulai terkena jerat narkoba.
Terkait pandangan Waketum Partai Gerindra Arief Poyuono yang menyalahkan Jokowi atas peristiwa yang dialami Andi Arief, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini mengaku heran.
"Saya kira kalau ada yang ketangkep itu berarti sistem kita sudah baik dalam hal penanggulangan korupsi, maupun narkoba. Bukan justru menyalahkan Jokowi," kata Ma'ruf.
Wakil Presiden Jusuf Kalla sebelumnya menyebut, penangkapan yang dilakukan sebagai upaya pemerintah untuk pemberantasan narkoba. Menurut Jusuf Kalla persoalan itu adalah persoalan hukum, dan bukan kesalahan pemerintah.
"Tapi yang jelas dan tidak bisa dibantah Andi Arief ditangkap. Itu kan tinggal masalah hukum, jangan disalahin pemerintah," tutur Jusuf Kalla.
Sebelumnya, Andi Arief diduga ditangkap bersama dengan seorang perempuan. Anak buah Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono itu diduga baru menggunakan sabu.
Baca: Politikus Demokrat Andi Arief Positif Nyabu
Sesaat sebelum digerebek, Andi disebut sempat membuang barang bukti mirip bong ke kloset. Namun, barang bukti itu berhasil diamankan dengan menggunakan bantuan pihak hotel tempatnya menginap.
Di beberapa foto yang beredar, ruang hotel yang diduga menjadi tempat Andi Arief mengonsumsi narkoba, terlihat berantakan. Bungkus rokok tampak berserakan di atas meja. Ada juga beberapa botol air mineral dan dua gelas minuman yang masih penuh.
Sekotak kondom juga tergeletak berdekatan dengan korek gas, asbak, uang nominal Rp20 ribu. Ditemukan juga bekas tutup botol air mineral yang dimodifikasi mirip dengan bong atau alat pengisap sabu.
Di jepretan foto lain, Andi tampak tengah berada di dalam penjara mengenakan kaus berkerah abu-abu dipadu celana biru tua. Rambutnya terlihat berantakan. Dia menolak untuk dites urine.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)