Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani. Medcom.id/Anggi Tondi Martaon
Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani. Medcom.id/Anggi Tondi Martaon

PPP: Banyak Pertimbangan Penggunaan Ganja untuk Medis

Anggi Tondi Martaon • 29 Juni 2022 13:37
Jakarta: Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tak mau gegabah menindaklanjuti aspirasi penggunaan ganja untuk medis. Partai lambang Ka'bah itu menyebut banyak pertimbangan yang harus dikaji menggunakan salah satu jenis narkotika golongan I itu untuk pengobatan.
 
Aspek pertama yang harus dipertimbangkan ialah dampak penggunaan ganja untuk medis. Manfaat atau keburukan dari penggunaan ganja untuk medis harus diperhitungkan secara matang.
 
"Tentu seperti PPP dari partai islam akan melihat dulu yang pertama dari mana, tentu dari sisi manfaat kesehatan manfaat mudarat," kata Wakil Ketua Umum (Waketum) PPP Arsul Sani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 29 Juni 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah itu, dari aspek ajaran agama. Ini tentunya harus merujuk pada Al-Qur'an dan hadis.
 
Terakhir, yaitu ijtima atau kesepakatan ulama. Sebab, ada pertimbangan tertentu jika ingin menggunakan unsur yang dilarang sebagai obat.
 
"Dan kemudian ijtima para ulama terkait dengan obat. Obat tertentu itu seperti apa," kata dia.
 

Baca: Penggunaan Ganja Medis Cukup Merelaksasi Pasal 8 Ayat UU Narkotika


Aspirasi penggunaan ganja untuk medis menjadi sorotan. Sebab, ganja merupakan barang haram yang digunakan, baik itu dalam hukum positif maupun agama.
 
Bahkan, ganja masuk dalam kategori narkotika golongan I. Artinya, ganja tidak bisa digunakan untuk keperluan apa pun, termasuk medis.
 
Sedangkan dalam hukum islam dikutip dari halalmui.org, penggunaan ganja dilarang jika disalahgunakan karena menimbulkan efek membahayakan. Salah satu bentuk penyalahgunaan ganja, yaitu dilinting, dibakar, dan dihisap.
 
Dalam laman tersebut, juga disebutkan penggunaan penggunaan narkotika atau morfin diperbolehkan hanya untuk kepentingan medis. Sedangkan mabuk-mabukan maka hukumnya menjadi haram.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif