Presiden Joko Widodo. Foto: BPMI.
Presiden Joko Widodo. Foto: BPMI.

Indonesia Tawarkan Resiliensi Berkelanjutan di Forum GPDRR

Achmad Zulfikar Fazli • 25 Mei 2022 12:33
Jakarta: Pemerintah Indonesia menawarkan konsep resiliensi berkelanjutan sebagai solusi untuk menjawab tantangan risiko sistemik menghadapi semua bentuk bencana alam. Termasuk menghadapi pandemi dan mendukung implementasi pembangunan berkelanjutan.
 
"Pertama, kita harus memperkuat budaya dan kelembagaan siaga bencana yang antisipatif responsif dan adaptif menghadapi bencana," ujar Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pembukaan The 7th Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) di Bali, Rabu, 25 Mei 2022.
 
Jokowi mengatakan pendidikan aman bencana serta kelembagaan pemerintahan dan sosial yang sinergis dan tanggap terhadap bencana harus menjadi prioritas semua negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kedua, setiap negara harus berinvestasi dalam sains, teknologi, dan inovasi. Termasuk dalam menjamin akses pendanaan dan transfer teknologi. 
 
"Akses pendanaan merupakan isu yang penting yang harus kita tangani secara serius. Indonesia menyusun strategi pendanaan dan asuransi bencana dengan membentuk dana bersama, serta penggunaan dana pembangunan di tingkat desa melalui dana desa untuk mendukung upaya mitigasi dan kesiapsiagaan," kata dia.
 
Ketiga, membangun infrastruktur yang tangguh bencana dan tangguh terhadap perubahan iklim. Selain mitigasi infrastruktur fisik, seperti pemecah ombak, waduk, dan tanggul, infrastruktur hijau seperti hutan mangrove, semarak udang di pantai, dan vetifer untuk anti longsor, serta pembangunan ruang terbuka hijau juga harus menjadi bagian dari prioritas pembangunan. 
 
"Perlindungan kepada masyarakat kelompok rentan yang bertempat tinggal di wilayah berisiko tinggi harus mendapatkan perhatian serius," papar dia.
 
Baca: Sebut Indonesia Negara Rawan Bencana, Jokowi: 500 Gempa per Bulan
 
Keempat, semua negara harus berkomitmen mengimplementasikan kesepakatan global di tingkat nasional sampai tingkat lokal. Kerangka kerja Sendai, kesepakatan Paris, dan Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan persetujuan internasional yang penting dalam upaya pengurangan risiko bencana dan perubahan iklim. 
 
"Saya mengajak seluruh negara untuk berkomitmen dan bersungguh-sungguh untuk mengimplementasikannya," ujar Presiden ke-7 RI itu.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif