Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita (tengah) melambaikan tangan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada acara Penyaluran Bantuan Sosial Program Bantuan Harapan (PKH) di Tasikmalaya. ANT/Adeng Bustomi
Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita (tengah) melambaikan tangan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada acara Penyaluran Bantuan Sosial Program Bantuan Harapan (PKH) di Tasikmalaya. ANT/Adeng Bustomi

Mensos: Masyarakat Puas dengan PKH

Nasional dana pkh
Candra Yuri Nuralam • 02 Mei 2019 11:40
Jakarta: Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut keluarga penerima manfaat (KPM) puas dengan program keluarga harapan (PKH). Tingkat kepuasan berdasarkan survei yang dilakukan lembaga independen mencapai 93,2 persen.
 
"Menunjukkan korelasi yang positif dengan manfaat penggunaan dana bansos PKH dari KPM tersebut. Hal ini merefleksikan program bansos PKH yang menyasar KPM tersebut diterima dengan baik dan penggunaannya sesuai sebagaimana ketentuan yang disyaratkan pemerintah," kata Agus di Jakarta, Kamis, 2 Mei 2019.
 
Agus mengatakan masyarakat tak hanya mengetahui PKH sebagai program prioritas pemerintah. Masyarakat mengerti tujuan pemberian bantuan pemerintah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mereka juga dapat menjelaskan dengan baik pemanfaatan bantuan sosial sebagaimana yang disyaratkan pemerintah," ujar Agus.
 
Agus mengutip hasil riset Microsave Consulting. Dalam riset itu, 93 persen penerima PKH juga puas terhadap proses pencairan dana yang langsung dikirim ke rekening. Sebanyak 90 persen masyarakat mengaku pencairan dana PKH sangat mudah.
 
Baca: Penerima PKH Diminta Manfaatkan Dana untuk Gizi Anak
 
Microsave Consulting juga melihat kebiasaan masyarakat memanfaatkan dana PKH. Dana itu tak cuma digunakan membeli kebutuhan pangan tapi juga kebutuhan sekolah.
 
Sebanyak 74 persen responden menggunakan dana PKH untuk membeli peralatan sekolah, Sedangkan 67 persen untuk biaya sekolah dan 58 persen untuk transportasi menuju sekolah. Penerima PKH juga menggunakan dana bantuan untuk biaya ekstrakurikuler, makanan tambahan anak, dan biaya masuk tahun ajaran baru sekolah.
 
Menteri Sosial menilai PKH sangat berperan membantu ekonomi KPM. Perlahan, program ini akan membantu menyejahterakan KPM.
 
"Melalui kebiasaan menabung dan pemanfaatan layanan keuangan lainnya," tutur Agus.
 
Microsave Consulting melakukan riset independen pada awal 2019. Mereka menggunakan metode riset kuantitatif dan kualitatif terhadap 2.903 responden yang tersebar di 15 provinsi dan 28 kabupaten atau kota di Indonesia.
 
Sebanyak 1.466 responden merupakan penerima bantuan dan 1.437 responden non-PKH sebagai pembanding. Mereka juga melakukan wawancara mendalam terhadap 25 responden.
 
Untuk keperluan analisis data, riset dibagi di tiga wilayah, yakni wilayah barat meliputi Sumatra Barat, sumatra Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur. Wilayah tengah merupakan seluruh wilayah di Pulau Jawa. Dan wilayah timur meliputi Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Papua.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif