Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Foto: MI/Adam Dwi
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Foto: MI/Adam Dwi

Saran JK untuk Ahok

Nasional basuki tjahaja purnama
Achmad Zulfikar Fazli • 12 Februari 2019 18:17
Jakarta: Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Jusuf Kalla menyarankan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) relaksasi. Hal itu penting agar Ahok tidak dipusingkan dengan agenda politik menjelang Pilpres 2019.
 
Kalla meminta BTP bersantai menikmati kehidupan baru selepas keluar dari bui. "Lebih baik tenang-tenang Pak Ahok. Jalan-jalan dulu. Karena dia, Ahok kan sudah empat kali pindah partai juga," kata Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, 12 Februari 2019.
 
Kalla juga tak ingin BTP masuk dalam jajaran TKN. Pasalnya, keberadaan BTP bisa memberikan dampak terhadap elektabilitas Jokowi-Ma'ruf.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau saya sebagai dewan pengarah, jangan (BTP masuk TKN). Alasannya tadi, berakibat lagi orang mengingat oh, ini Pak Jokowi didukung oleh penista agama, kan bahaya itu. Bisa mengurangi suara lagi," kata Kalla.
 
Baca: BTP Harus Komitmen di Partai Baru
 
Kalla mengakui keberadaan BTP yang kini menjadi kader PDI Perjuangan memberikan dampak positif kepada Jokowi-Ma'ruf. Namun di samping itu, dia menilai ada dampak negatif yang dapat diberikan kepada pasangan nomor urut 01 itu.
 
"Tentu ada nambah dan tergerus. Bagi Ahokers tentu menambah, tapi bagi yang konsisten dengan apa yang terjadi pada Ahok tentu tidak mau milih," ujar dia.
 

 
(FZN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif