Jimly Tak Mau Pembubaran HTI Seperti PKI

Dheri Agriesta 31 Oktober 2018 14:42 WIB
pembubaran hti
Jimly Tak Mau Pembubaran HTI Seperti PKI
Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie. Foto: MI/Adam Dwi.
Jakarta: Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie mengapresiasi langkah pemerintah membubarkan organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Namun, Jimly mengingatkan pemerintah untuk memperlakukan bekas anggota HTI dengan baik.
 
"Mantan anggotanya jadi objek dakwah (atau) objek pendidikan, jangan dimusuhi. Supaya kita juga belajar dari pengalaman masa lalu kita sendiri waktu 1965 (pembubaran Partai Komunis Indonesia)," kata Jimly di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu, 31 Oktober 2018.
 
Pada 1965, setelah membubarkan Partai Komunis Indonesia, pemerintah mencatat seluruh anggota dan keluarga yang berhubungan dengan PKI. Jimly menegaskan hal itu tak perlu terulang.
 
"Karena tingkat peradaban manusia abad 21 itu sudah terlalu tinggi untuk tidak lagi memperlakukan cara kampungan begitu," kata Jimly.

Baca: Undip Copot Dosen Pendukung HTI

Jimly dan Kalla sempat mendiskusikan masalah ini. Jimly memberi contoh bagaimana Rusia membuat partai komunis tak lagi digandrungi masyarakat karena ideologi yang dianggap kuno. Meski begitu, lambang palu arit tetap menghiasi sejumlah gedung tinggi di Rusia.
 
"Tapi kita ini kan masih emosi, sumbu pendek kalau lihat ada orang pakai baju palu arit, ribut, (bilang) PKI hidup lagi," jelas Jimly.
 
Seharusnya, masyarakat berlaku serupa itu terhadap HTI. Sistem khilafah yang diusung HTI merupakan teori kuno yang berjaya di abad ke-1.
 
"Enggak ada lagi yang membeli itu, itu salah paham tentang konsep khilafah," jelas Jimly.



 



(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id