Anggota Komisi I DPR Fraksi NasDem Willy Aditya. MI/Susanto
Anggota Komisi I DPR Fraksi NasDem Willy Aditya. MI/Susanto

Menhan Diminta Turun Tangan Mengantisipasi Penyebaran Virus Korona

Nasional Virus Korona virus corona Rangkuman Nasional
Achmad Zulfikar Fazli • 02 Maret 2020 16:27
Jakarta: Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto diminta turun tangan mengantisipasi penyebaran virus korona di Indonesia. Pencegahan terhadap penyebaran sebuah virus dinilai menjadi salah satu tugas militer selain perang.
 
"Ancaman ini tidak hanya militer, tetapi sebagai Menteri Pertahanan virus itu juga ancaman. Nah, Menhan sejauh apa kewaspadaannya terhadap hal itu? Ini kan belum ada," kata Anggota Komisi I DPR Willy Aditya kepada Medcom.id, Jakarta, Senin, 2 Maret 2020.
 
Menurut dia, masyarakat tak perlu resah dengan keterlibatan TNI dalam penanganan virus korona. Khususnya, dalam mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari lokasi paparan ke tempat observasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menilai virus korona sudah menjadi ancaman nasional. Sehingga, TNI sudah bisa ikut terlibat dalam penangannya.
 
"Kalau militer kan dalam konteks kalau itu dianggap sebagai ancaman nasional, dia langsung eksis dan itu tugas militer selain perang," ujar dia.
 
Menhan Diminta Turun Tangan Mengantisipasi Penyebaran Virus KoronaMenteri Pertahanan Prabowo Subianto. AFP/Adek Berry
 
Baca:Dua WNI Terinfeksi Korona Warga Depok
 
Sayangnya, terang dia, TNI belum terlatih dalam menghadapi ancaman virus. TNI selama ini hanya mengenal operasi militer selain perang dalam konteks bencana alam.
 
"Kalau ini kan bencana yang lain dalam merujuk kesehatan atau virus, harusnya memang itu tugas militer selain perang," kata dia.
 
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengonfirmasi COVID-19 masuk Indonesia. Virus dibawa warga negara (WN) Jepang yang berkunjung ke Indonesia.
 
WN Jepang itu sempat berinteraksi dengan dua warna negara Indonesia. Mereka ialah ibu dan anak dengan usia masing-masing 64 dan 31 tahun.
 
"Bahwa orang Jepang yang ke Indonesia kemudian tinggal di Malaysia. Kita cek di sana positif korona, tim dari Indonesia langsung telusuri. Orang Jepang ke Indonesia bertamu ke siapa dan ketemu siapa," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 2 Maret 2020.
 

(AZF)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif