Menko Polhukam Wiranto/ANT/Reno Esnir
Menko Polhukam Wiranto/ANT/Reno Esnir

Wiranto: Isu di Sosial Media tak Sesuai Realitas

Nasional kemenko polhukam
Dheri Agriesta • 21 November 2016 11:42
medcom.id, Jakarta: Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto bersilaturahmi dengan tokoh lintas agama. Wiranto menegaskan, tak semua isu dan kabar di sosial media sesuai kondisi sebenarnya.
 
"Bahwa banyak hal yang disampaikan di media sosial, itu tidak sesuai dengan realitas yang ada," tegas Wiranto di Kementerian Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (21/11/2016).
 
Wiranto menjelaskan, di sosial media, Indonesia dikatakan utang Indonesia terus bertambah, kemiskinan meningkat, pemerintah tak peduli dengan rakyat kecil, dan masalah politik yang semakin kacau. Padahal, realitas justru berkebalikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat ini, pemerintah memiliki kinerja luar biasa. Pemerintah punya keinginan kuat menyelesaikan hal yang menjadi harapan masyarakat. Presiden Joko Widodo terus menularkan semangat bekerja kepada menteri di kabinet.
 
"Tanpa kerja, kerja, dan kerja kita akan ketinggalan, karena begitu banyak pekerjaan rumah yang perlu dikerjakan" kata dia.
 
Wiranto yang pernah ada di empat kabinet pemerintahan, era Presiden Suharto, Presiden Abdurrahman Wahid, Presiden Megawati, dan Presiden Joko Widodo mengakui ada perbedaan iklim kerja yang dibudayakan empat presiden itu.
 
"Sekarang sidang paripurna sebulan bisa dua kali, tetapi rapat terbatas khusus bisa sehari empat kali, seminggu itu bisa dua tiga kali, berarti seminggu itu bisa sembilan kali rapat," jelas Wiranto.
 
Wiranto: Isu di Sosial Media tak Sesuai Realitas
Ilustrasi rapat di kantor presiden/ANT/Yudhi Mahatma
 
Hal itu menyiratkan semangat kerja yang luar biasa dari pemerintahan Jokowi. Pemerintah terus menggeber proyek pembangunan yang mangkrak dan belum pernah dieksekusi sekali pun.
 
Tercatat, jalan tol, pelabuhan, bandar udara, telah dibangun di berbagai daerah di Indonesia. Wiranto yakin, jika budaya ini terus dikembangkan, tak mustahil ramalan ekonom dunia yang menyatakan Indonesia akan jadi raksasa ekonomi ketiga di Asia akan terwujud.
 
"Ini lah sebenarnya kondisi real pemerintahan kita, tatkala ekonomi dunia sedang surut maka Indonesia pun masih bisa eksis, angka pertumbuhan kita bisa sampai empat dan lima persen, sementara beberapa negara di Eropa Timur bisa sampai minus dua," jelas Wiranto.
 
Wiranto tengah melakukan silaturahmi dan dialog dengan pemuka tokoh lintas agama. Dalam acara ini, hadir Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, Ketua Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) KH Marsudi Syuhud, Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Siti Hartati Murdaya, Harsanto Adi Soekamto perwakilan Akademi Protestan Indonesia (API), dan Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto.
 
Ketua DPP HTI Rokhmat S. Labib, Pimpinan Pusat Majelis Tafsir Al Quran (MTA) Ahmad Sukina, Ketua Umum Forum Betawi Rempug (FBR) Lutfi Hakim, Sekretaris Bidang Ideologi dan Kesatuan Bangsa, Parisada Hindu Dharma Indonesia Astono Chandra Dana, perwakilan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Romo Guido Suprapto, perwakilan Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri juga tampak di barisan tamu.
 
(OJE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif