Peneliti LSI Dodi Ambardi. (Foto: Githa Farahdina)
Peneliti LSI Dodi Ambardi. (Foto: Githa Farahdina)

Masyarakat Tetap Pilih Pilkada Langsung Meski Habiskan Banyak Biaya

Githa Farahdina • 17 Desember 2014 12:15
medcom.id, Jakarta: Proses pemilihan kepala daerah baik langsung ataupun tidak langsung masih menjadi polemik. Besarnya biaya yang menjadi masalah utama pilkada langsung, rupanya sudah diketahui oleh masyarakat luas.
 
"45,5 persen publik juga memiliki pandangan bahwa pemilihan gubernur, bupati dan wali kota secara langsung memakan biaya yang sangat mahal. Masyarakat banyak yang sadar bahwa pilkada langsung memakan biaya tidak sedikit. Yang tidak setuju 36,3 persen dan yang tidak tahu atau tidak mau menjawab sekitar 20 persen," kata Peneliti LSI Dodi Ambardi dalam diskusi politik di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (17/12/2014).
 
Meski menyadari besarnya biaya yang dikeluarkan, mayoritas masyarakat cenderung masih memilih pilkada langsung. Sebanyak 66,8 persen masyarakat menginginkan pemimpin daerahnya yang langsung dipilih oleh rakyat.

"Hanya 9 persen yang berpandangan sebaliknya. Ini menunjukkan mayoritas masyarakat cenderung memandang bahwa memilih pemimpin secara langsung lebih penting dibandingkan konsekuensi biaya yang harus dikeluarkan," terang Dodi.
 
Survei LSI dilakukan pada mereka yang telah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Penelitian ini menggunakan sampel 2000 responden sementara margin of error kurang lebih 2,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
 
Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka. Sedangkan waktu wawancara dilakukan sejak 25 Oktober hingga 3 November 2014.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LOV)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>